Pemprov Jabar Diminta Kendalikan Penyebaran Benih Pangan Berkualitas

Anggota Komisi II DPRD Jabar, Anwar Yasin/Istimewa
Anggota Komisi II DPRD Jabar, Anwar Yasin/Istimewa

DPRD Jabar meminta Pemprov mampu mengendalikan penyebaran benih pangan berkualitas. Sebab, permasalahan kewenangan menjadi salah satu faktor penyebab tidak terkendalinya penyebaran benih berkualitas kepada masyarakat.


Anggota Komisi II DPRD Jabar, Anwar Yasin menyatakan, saat mengunjungi Balai Benih Padi dan Palawija (BBPP) Jabar Provinsi di Kabupaten Cianjur, pihaknya menilai permasalahan penyebaran benih terdapat pada kewenangannya. Sebab, balai tersebut hanya memiliki kewenangan sampai penangkar lalu penangkar yang menyebarkan ke masyarakat.

"Jadi, benih-benih ada di Jawa Barat tidak terkontrol karena penangkar bisa mendatangkan benih dari berbagai sumber," kata Anwar Yasin, Selasa (4/5).

Ia khawatir apabila benih tanaman yang beredar di masyarakat merupakan benih yang memiliki kualitas kurang bagus. Hal itu dapat menyebabkan tanah menjadi tandus dan berimbas pada kualitas produk yang dihasilkan. 

Oleh karena itu, Komisi II DPRD Jabar meminta pihak pihak terkait dapat meningkatkan kewenangan agar setiap benih di masyarakat dapat dikontrol oleh BBPP. Sehingga, ke depannya tidak terdapat benih jelek yang beredar di masyarakat.

Dengan demikian, ia berharap BBPP Jabar dapat terjun langsung mengendalikan penyebaran benih kepada masyarakat. Di samping itu, BBPP Jabar juga harus memastikan masyarakat menerima benih yang bekualitas, dan mengedukasi masyarakat mengenai bercocok tanam yang baik. 

"BBPP harus bisa menyampaikan bagaimana benih dikelola dan mulai memikirkan bagaimana masyarakat diajarkan membuat pupuk organik. Bukan pupuk yang seperti sekarang yang membuat tanah menjadi kering dan tandus," tutupnya.