Penangkapan Sejumlah Aktivis Bukan Berasal Dari Pemerintahan Yang Sah

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah/RMOL
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah/RMOL

Kegelisahan dirasakan Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah perihal penangkapan sejumlah aktivis yang dinilai membuat gaduh. Ia menduga ada pihak di luar pemerintahan yang sah tengah menyiapkan agenda lain.


"Malam ini dari kampung yang sepi saya bersedih. Rasanya ada yang aneh di seputar kekuasaan. Ada agenda yang menurut perasaan saya bukan agenda pemerintahan yang sah," kata Fahri Hamzah di akun Twitternya, Rabu (14/10).

Kendati demikian, Ia tak menjelaskan secara gamblang dugaan yang dimaksud, termasuk menyebut sosok yang diduga mempunyai agenda lain.

"Kita semua hanya bisa menduga tanpa bisa menyebut nama, sebab sebagai rakyat, salah ketik bisa masuk penjara," sindirnya.

Dalam tulisan sebelumnya, Fahri Hamzah menyinggung soal penangkapan sejumlah aktivis yang dianggap menjadi pemicu kerusuhan dalam rangkaian demo mahasiswa dan buruh, serta LSM menolak Omnibus Law.

Ia berpandangan, ada yang salah dalam penangkapan para aktivis seperti Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan serta para pengkritik lainnya. Bahkan Ia menyoroti ada upaya pihak-pihak yang mengaitkan kondisi bangsa saat ini dengan pemerintahan sebelumnya.

"Hukum tidak boleh menyasar para pengkritik, sementara perusuh dan vandalime belum diselesaikan. Apalagi menuduh mantan presiden segala. Sungguh suatu tindakan yang sembrono dan tidak punya etika. Mau apa sih kita ini? Mau adu domba siapa lagi? Mau ngerusak bangsakah kita?" tegasnya.

Melihat situasi saat ini, mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut pun berharap banyak kepada Presiden Joko Widodo beserta jajaran di pemerintahan untuk melakukan upaya rekonsiliasi, termasuk berdiskusi dengan para kritikus.

"Saya hanya bisa kirim doa kepada Pak Presiden dan Pak Kiai (Wapres) semoga bisa jernih meihat realitas ini. Kita tidak bisa begini. Ayolah buka jalan damai dan rekonsiliasi. Kenapa sih susah amat diskusi. Kenapa sih semua harus berakhir di bui? Ayolah," tandasnya.