Penempatan SDM PT PELNI Tak Sesuai, Beathor Suryadi: Tunggu Saja Kehancurannya

Bambang Beathor Suryadi/Net
Bambang Beathor Suryadi/Net

Rotasi mutasi dan pengangkatan jabatan di PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) diduga tidak memenuhi standar mutu kelayakan. Pihak manajemen dalam mengangkat pejabat dinilai melanggar mekanisme dan prosedur pengisian jabatan.


Hal tersebut diungkapkan aktivis Pro Demokrasi (ProDem) yang juga kader PDI Perjuangan, Bambang Beathor Suryadi menyikapi persoalan tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) di tubuh perusahaan plat merah tersebut.

Menurutnya, banyak pejabat yang ditempatkan,secara normatif atau belum waktunya untuk menempati maupun menduduki jabatan yang kosong. Salah satunya untuk jabatan Kepala Cabang (Kacab), dan Kaops.

"Yang dilakukan managemen PT PELNI baru-baru ini, terkesan dipaksakan karena banyak pejabat yang mengisi jabatan Kacab, dan Kaops, dengan golongan dan kepangkatannya belum memadai dengan jabatan yang disandangnya saat ini," ujar Bambang, Rabu (24/2).

Alih-alih memperbaiki SDM, terang Bambang, PT PELNI malah berada diambang kehancuran dan kebangkrutan. Pasalnya, pejabat yang ditempatkan tidak memiliki kapasitas pengelolaan tentang managemen perkapalan dan pelayaran yang memadai.

"Bayangkan saja, seorang pejabat keuangan, bahkan staf dimutasi, rotasi atau dipromosikan, menjadi Kacab, seharusnya menjadi Kaops. Termasuk Kacab tipe C dipaksakan menjadi Kacab tipe A," tuturnya.

"Mereka belum siap untuk mengelola kapal besar, karena kapasitas mereka baru faham tentang mengelola kapal kecil. Ini persoalan keselamatan penumpang," tegasnya.

Maka itu, ia menilai kondisi yang terjadi di tubuh PT PELNI saat ini bukan menunjukkan perbaikan, melainkan membuat SDM semakin bobrok dan diambang kehancuran karena dipegang bukan bidangnya, yang memiliki kompetensi perkapalan dan pelayaran.

"Tinggal tunggu saja kehacurannya. Ketika PELNI dipegang oleh orang-orang yang tidak memiliki kompetensi, dan kapasitasnya," tutupnya.