Pengelolaan Limbah B3 Medis di RSUD Sesuai SOP

dr Rizali Sopyan/RMOLJabar
dr Rizali Sopyan/RMOLJabar

Direktur RSUD Ciamis, dr Rizali Sopyan mengungkapkan, pengolahan Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) Medis di RSUD Kabupaten Ciamis sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. 


"Kami sangat serius memperhatikan pengelolaan Limbah B3. Sudah sesuai dnegan prosedur yang ditetapkan," ujar dia pada Jumat (14/10).

Bahkan, lanjut dia, saat ini pihak RSUD Ciamis sedang melakukan pembenahan untuk bangunan tempat penyimpanan sementara (TPS) B3 agar lebih representatif.

"Jadi apabila ada limbah yang berceceran, saya rasa tidak mungkin," kata dia. 

Hal itu ia ungkapkan menyusul adanya video penemuan limbah medis yang ditemukan berceceran di beberapa titik di lingkungan RSUD Kabupaten Ciamis. 

"Selama ini pihak RSUD Ciamis telah melakukan pengelolaan limbah B3 itu dengan benar," ujar Rizali.

Rizali mengatakan, kesan tercecernya suatu limbah B3 itu bisa saja dilakukan oleh oknum yang memang sengaja terus menerus mencari kesalahan tentang sampah medis ini. 

Dalam video dan foto yang beredar, kata dia, orang yang menunjukkan keberadaan Limbah B3 tersebut terlihat lebih tahu titik lokasi jatuhnya sampah medis yang disebut berserakan.

"Kami tidak yakin limbah B3 yang tercecer itu milik kami. Karena selain sebelum dilakukan dokumentasi oleh media, tidak ada Limbah B3 yang berserakan. Karena kami selalu membuang Limbah B3 tersebut dalam kemasan kantong khusus yang tertutup serta terikat dan kemungkinan kecil tidak akan tercecer," beber Rizali. 

Ia pun menerangkan lokasi sampah yang didokumentasikan. Itu merupakan TPS B3 sementara atau temporer selama TPS B3 sedang dibangun kembali. Lokasi itu juga jauh dari area publik namun tetap di dalam lingkungan RSUD. 

"Jadi ketika limbah medis itu berceceran, saya rasa itu tidak mungkin," pungkas Rizali.