Percuma Saja Reshuffle Jika Tak Mampu Turunkan Harga Minyak Goreng

Ilustrasi Minyak Goreng/Net
Ilustrasi Minyak Goreng/Net

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menyebut jika rencana reshuffle kabinet menteri Koalisi Indonesia Maju yang berlangsung hari ini, Rabu (15/6) dianggap tidak berguna kalau perombakan itu tidak mampu menurunkan harga minyak goreng.


Dirinya mengatakan, Presiden Joko Widodo dan para menterinya hingga saat ini belum becus untuk menurunkan harga minyak goreng. Harga minyak goreng masih belum juga berada di Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14 ribu per liter.

"Wong Presiden dan menteri-menteri turunkan harga minyak goreng saja tidak becus kok. Jadi percuma saja reshuffle," ujarnya seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu pagi (15/5).

Di satu sisi, Muslim menilai reshuffle akan percuma, sebab selama ini Jokowi juga telah mempercayakan segala urusan pemerintahan pada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

"Kan di negara ini hanya ada Jokowi dan Luhut. Jadi sebaiknya tidak usah reshuffle, percuma," tegasnya.

Kembali ke soal minyak goreng. Koordinator Indonesia Bersatu ini mengingatkan bahwa Jokowi sudah melakukan berbagai macam cara untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk menghentikan ekspor dan kembali mencabutnya. Namun tetap saja harga minyak goreng melambung tinggi.

"Dan Luhut sudah disuruh benahi, toh tidak sanggup juga, harga migor (minyak goreng) tetap tinggi. Ini gagal urus minyak goreng. Jadi rezim gagal urus minyak goreng sebaiknya mundur saja, memalukan," pungkas Muslim.