Pergerakan Tanah Rusak 109 Rumah Di Sukabumi, 352 Orang Terdampak

RMOLJabar. Pergerakan tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi mengakibatkan 109 rumah rusak dan 352 orang terdampak.


Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 12 rumah rusak berat, 57 rusak sedang, dan 40 terancam. Selain merusak dan mengancam ratusan unit rumah, pergerakan tanah juga berdampak terhadap berbagai fasilitas umum. Mulai musala, MCK, serta PAUD.

"Hasil pendataan dari laporan di lapangan, wilayah yang terdampak pergerakan tanah berada di RW 09 meliputi RT 01, 02, dan 03. Jumlah rumah yang terdampak sebanyak 109 unit. Beberapa di antaranya rusak berat dan rusak sedang," ujar Kepala Desa Kertaangsana, Agus Sudrajat saat dihubungi, Sabtu (27/4)

Menurutnya, pendataan di lapangan masih dilakukan dengan menyisir lokasi-lokasi lainnya. Pendataan melibatkan BPBD dan unsur pemerintahan lainnya.

"Dari BPBD sudah membuat tenda penampungan untuk pengungsi," ucapnya.

Sekda Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri mengaku telah mrngintruksikan BPBD untuk membuat tenda darurat. Hal itu untuk menampung dan mendata kebutuhan lainnya.

"Selain ada yang mengungsi di tenda, sebagian warga juga ada yang mengungsi di kantor desa dan rumah tetangga terdekat paling aman," ungkapnya.

Dalam waktu dekat, BPBD juga akan mendirikan dapur umum, MCK, jaminan hidup dan kesehatan, penyediaan air bersih, dan kebutuhan lainnya. Selain itu, Pemkab Sukabumi akan meminta bantuan Badan Geologi untuk mengkaji dan memetakan zona pergerakan tanah.

"Kami juga berkoordinasi dengan PLN, Telkom, dan lainnya karena di sini juga terdapat jaringan listrik dan fiber optik," terangnya

Iyos mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terus bergeraknya tanah di wilayah tersebut. Apalagi masih dibarengi dengan intensits curah hujan yang relatif masih tinggi.

"Silakan kalau pagi hingga siang beraktivitas di lahan mereka karena tempat mata pencaharian mereka. Tapi kalau menjelang malam apalagi pas hujan deras, warga yang masih memilih tinggal di rumah, harap segera berpindah ke tempat lebih aman. Semua kami tampung di tenda pengungsian," pungkasnya. [aga]