Perpres Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren Jadi Kado Istimewa HSN 2021

Kunjungan Jokowi Ke Pesantren Darul Arqam Garut/Net
Kunjungan Jokowi Ke Pesantren Darul Arqam Garut/Net

Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren membawa membawa harapan akan semakin kuatnya dukungan dan perlakuan adil pemerintah terhadap lembaga pendidikan yang diasuh oleh para kiyai itu. Perpres itu seakan secara khusus disiapkan pemerintah jadi kado Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini yang akan jatuh pada tanggal 22 Oktober mendatang.


Dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Selasa (14/9), kabar baik ini disambut gembira oleh Ketua DPP PKB, Faisol Riza.

"Alhamdulillah, Presiden Jokowi akhirnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Perpres ini menjadi kado indah bagi santri dan kalangan pesantren yang akan memperingati Hari Santri pada 22 Oktober mendatang,” katanya.

Menurut Faisol Reza, Perpres tersebut menunjukkan komitmen kuat Pemerintah dalam memajukan sekaligus perlakuan yang adil terhadap dunia pesantren.

”Dulu Pak Jokowi melalui usulan dari berbagai kalangan pesantren dan dikawal oleh PKB, menetapkan Hari Santri Nasional pada 2015. Kemudian lahir Undang-Undang Pesantren pada 2019, dan kini diteken Perpres tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Ini harus kita apresiasi, dan PKB akan terus mengawalnya,” paparnya.

Bagi Faisol Riza, memang sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian yang layak kepada pesantren. Sebab, pesantren memiliki kiprah atau peran yang sangat besar bagi bangs aini, bahkan jauh sejak Republik ini berdiri.

”Lahirnya Indonesia juga tidak lepas dari peran pesantren, para santri, para kiai. Dan pesantren pula yang selama ini menjadi kekuatan dalam melahirkan kader-kader bangsa yang berakhlaqul karimah. Tidak akan berdiri bangsa ini tanpa adanya peran dari kalangan pesantren,” ujar Faisol.

Ketua Komisi VI DPR RI ini juga mengungkapkan, di era pandemi saat ini, sistem belajar ala pesantren yang masih bisa berjalan dengan baik.

”Ketika yang lainnya harus belajar virtual, di pesantren umumnya masih tetap belajar tatap muka karena memang sistem di pesantren adalah isolasi. Berkumpul tapi isolasi. Jadi orang luar tidak bebas masuk. Alhamdulillah, selama ini secara umum sistem belajar di pesantren masih berlangsung lancar dan aman,” pungkasnya.