Pilpres 2024, Duet Maut Ganjar Pranowo-Dessy Ratnasari 

Kolase Ganjar Pranowo-Dessy Ratnasari/Net
Kolase Ganjar Pranowo-Dessy Ratnasari/Net

Sejarah kejayaan nusantara akan berulang jika duet maut Ganjar Pranowo-Dessy Ratnasari menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2024. Jika terjadi, maka akan membawa Indonesia semakin moncer. 


Hal tersebut disampaikan Ketua Relawan Ganjar pranowo (RGP2024), Heru Subagja pada Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (28/4). 

Heru mengklaim faktor popularitas dari pasangan di atas merupakan dua figur yang sudah terkenal dan mapan dari sisi popularitas. Ganjar adalah sosok pemimpin daerah yang sangat familiar dengan masyarakat karena kegemarannya blusukan ke masyarakat dan pemerintahan daerah.

“Ganjar mendorong kegiatan dan hobi-hobi yang dilakukan, terutama kaum melenial dan tidak menjaga jarak, sering memberikan ruang dan hadir khusus bagi melenial baik hadir dalam kegiatan off line dan virtual,” katanya.

Adapun, Dessy sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia sebagai artis papan atas. Dessy yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR-RI dan juga Ketua Partai Amanat Nasional di wilayah Jawa Barat. 

Sehingga, duet GANDES bisa dikatakan mewakiki golongan Nasionalis dan golongan Islam Tengah. Ganjar mewakili kaum  nasionalis sementara Dessy harus memikul golongan Islam moderat. Pasangan ini kemungkinan akan mendapatkan dukungan dari para elite partai yakni dari PDIP, PAN dan PPP.

Hal ini terjadi sejalan dengan atribut kedua sosok tersebut dimana Ganjar adakah kader dari PDIP, sementara Dessy pengurus struktural di DPP Partai Amanat Nasional. Dua partai ini jika terpaksa bisa mengusung karena sudah lebih dari ambang batas minimal presidensial Threshold sebesar 20 persen suara perolehan di parlemen.

Dalam Pileg 2019 PDIP memiliki suara 128 DPR RI dan PAN 44 DPR RI. Jika ditotalkan koalisi dua partai ini sudah mengantongi  prosentase 30,7 persen. Kebutuhan komposisi koalisi akan semakin bisa menggandeng satu partai lagi, seperti PPP atau PKS.  

Selain itu, ada faktor geografis, dimana Jabar adalah daerah dengan tingkat populasi penduduk terbesar di Indonesia dan diikuti oleh Jateng. Secara kesukuan, pasangan ini akan memperoleh all out mayoritas Suku Jawa yang tersebar di Jateng dan Suku Sunda yang dominan menetap di Jabar.

Hitung hitung dari faktor kepadatan Penduduk serta faktor kesukuan/daerah dipastikan jika pasangan GANDES ini akan memenangkan suara mayoritas di dua provinsi ini. 

Faktor Kekuatan gender, jika dicermati komposisi penduduk di Indonesia total 278.752.362 (Kompas, 26 April 2022) jiwa, dengan komposisi penduduk laki-laki 138.303.472.000 dan penduduk perempuan 135.576.378 jiwa. Total penduduk wanita hampir 49.5 persen. Tentunya peluang kesempatan perempuan secara demografis seharusnya lebih besar dari laki laki.  

“Inilah posisi yang sangat menguntungkan bagi pasangan GANDES yang menyertakan Dessy ikut pilpres kontestasi Pilpres 2024,” ujarnya

Direktur Sepadanit Institute itu mengungkapkan, faktor daftar pemilih tetap (DPT) Jabar dan Jateng, dua Provinsi terbesar nasional. Dalam pemilu 2019, Jabar 32,6 Juta. Sedangkan Jateng DPT sebesar 27,9 Juta.

“Jika digabungkan dua wijayah ini akan terlihat suara DPT yang sangat fantastik. Total DPT tersebut 64,5 juta jiwa. Untuk memenangkan Pilpres 2019 Jokowi harus meraih suara total 85.697.363 artinya hampir 76,4 persen total pemilih tetap pilpres ada di Jateng dan Jabar. Dengan keterwakilan Ganjar dari Jateng dan Dessy dari Jateng, pasangan ini sudah menang karena  faktor keterwakilan berdomisili,” tegasnya. 

Heru mengklaim dengan adanya faktor bonus demografi, maka dalam pemilu 2024 kaum muda/melenial atau sebagian termasuk dalam wilayah produktif akan menjadi market potensial sebagai pemilih pemula atau pemilih lanjutan. Proyeksi penduduk  Indonesia 2024 sebesar 282.256.600. Penduduk berusia produktif 15-64 Tahun 191.570.000 atau 67,90 persen total penduduk Indonesian. 

“Faktor popularitas yang positif dari Ganjar dan Dessy mempengaruhi para pemilih produktif untuk diterimanya sebagai pilihan capres 2024,” ungkapnya. 

Heru mengaku dengan faktor-faktor psikologi budaya dan sosial, Ganjar adalah sosok pribadi fenomenal di Jawa tengah, sangat dicintai rakyatnya dan mempunyai hubungan baik secara psikologis dengan masyarakat bawah.

Banyak program kerja kerakyatan yang langsung dirasakan rakyat Jateng. Survey Capres digelar Maret 2022 menyatakan jika 70 persen masyarakat Jateng pilih Ganjar.

Sementara Dessy sebagai sosok aktris dan juga ketua partai DPW PAN  Jabar, popularitasnya sudah tidak diragukan warga di tataran Sunda. Dessy sebagai tokoh Wanita, sosok perempuan tangguh dan juga berkarakter sebagai Sunda memberikan dukungan psikologis yang kuat dalam masyarakat Sunda.

Jabar dengan 27 Kota dan Kabupaten untuk Dessy adalah wilayah kukturalnya yang akan dengan mudah dijelajahi dan mendapatkan dukungan emosional sebagai faktor psikologi memilih.

Potret elektoral Dessy mulai nampak, dari survey berbagai lembaga politik memberikan sinyal Dessy sudah masuk calon Gubernur Jabar radar 5 besar Cagub Jabar.

Dari gabungan faktor faktor tersebut, bisa disimpulkan peluang pasangan GANDES menjadi ancaman serius dalam kontestasi Pilpres 2024. Pasangan ini bisa dikatakan Duet Maut Sepanjang Sejarah Pilpres di Indonesia.

“Akan membuka tabir dalam sejarah Nusantara jika pemimpin Indonesia akan disatukan oleh Pemimpin Dari Suku Jawa dan Sunda akan mampu menyatukan Nusantara,” demikian Heru Subagja.