Pipa Gas Nord Stream 2 Rusia Bocor, NATO Prihatin

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Berita tentang kebocoran pipa gas Nord Stream Rusia terus dikawal NATO. Pasalnya, kebocoran pipa gas Nord Stream 2 di Laut Baltik itu menimbulkan keprihatinan.


Begitu dikatakan Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg pada Selasa (27/9) waktu setempat.

"Sangat penting untuk mendapatkan semua fakta di atas meja,” kata Stoltenberg sambil menambahkan NATO memantau dengan cermat perkembangannya.

Pernyataan kepala NATO tersebut muncul usai otoritas Swedia dan Denmark mengkonfirmasi bahwa ada aliran gas keluar dari pipa di bawah Laut Baltik.

Saat pidato kepada anggota parlemen Uni Eropa, Stoltenberg mengungkapkan, "referendum palsu" yang diselenggarakan di empat wilayah Ukraina dikombinasikan dengan mobilisasi serta retorika nuklir merupakan "eskalasi konflik lebih lanjut" yang hanya bakal menyebabkan lebih banyak kematian dan lebih banyak penderitaan.

"Penggunaan senjata nuklir apapun benar-benar tidak dapat diterima," ucapnya seperti dimuat AA.

“Rusia harus tahu bahwa perang nuklir tidak dapat dimenangkan, tidak boleh dilawan,” tambahnya, sambil mengatakan sangat tidak mungkin Moskow benar-benar mengerahkan persenjataan nuklirnya.

Mengulangi dukungan NATO terhadap Ukraina dalam menghadapi “perang brutal agresi” Rusia, Stoltenberg menggarisbawahi bahwa NATO harus terus bereaksi.

"Kami sebenarnya membahayakan tidak hanya keamanan Ukraina tetapi juga keamanan kami sendiri, karena Presiden Rusia Vladimir Putin atau pemimpin lainnya dapat menyimpulkan bahwa mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan menggunakan kekuatan militer dan melanggar hukum internasional," tandasnya.