PJ Bupati Bekasi Perintahkan ASN Sisihkan Sebagian Gajinya Untuk Berbagi Sembako

ASN Berbagi Sembako/RMOLJabar
ASN Berbagi Sembako/RMOLJabar

Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan melakukan gebrakan. Ia menginstruksikan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk berbagi sembako kepada masyarakat dengan menyisihkan sebagaian uang gajinya.


"Mulai Minggu ini saya tugaskan seluruh kepala dinas itu menjadi EO di kecamatan untuk kegiatan ASN berbagi, berbagi sembako," kata Dani Ramdan, Kamis (29/7).

Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bentuk empati ASN kepada masyarakat yang memghadapai kesulitan selama pandemi. Rencananya pembagian sembako ini diberikan sepekan sekali.

"Jadi hari ini serentak semua memberikan sembako ke masyarakat. Sampai kapannya itu paling tidak sepanjang PPKM darurat. Karena kan asumsinya dengan PPKM darurat ini banyak usaha yang tersendat, masyarakat kesulitan untuk mencari pendapatan, disitulah kita bantu melalui sembako ini," ungkapnya.

Namun, jika pekan depan masa PPKM darurat dicabut, maka para ASN ini akan diterjunkan untuk ikut terlibat dalam vaksinasi ke masyarakat.

"Jika minggu depan ini sudah dihentikan, masyarakat bisa berupaya lagi, berusaha lagi, kondisi juga sudah mulai kondusif mungkin sudah tidak sembako lagi urusannya, jadi lebih ke vaksinasi lagi, bagaimana vaksinasi ini bisa dipercepat. Bentuk kegiatan itu disesusaikan dengan kondisi status penanganan Covid-19," bebernya.

Dani menegaskan sumber dana dari program ASN berbagi tersebut, merupakan murni dari dana patungan para ASN yang kemudian dana tersebut dijadikan sembako yang perpaketnya bernilai Rp75 ribu hingga Rp100 ribu.

"Yang kita atur harganya perpaketnya Rp75 ribu, ada yang Rp50 ribu, Rp75 ribu dan Rp100 ribu, supaya para ASN tidak berat juga untuk menyiapkan sembakonya.Sembakonya untuk kebutuhan satu Minggu-kan, beras minyak gula," jelasnya kepada RMOL Jabar melalui seluler.

Untuk warga yang menerima bantuan sembako tersebut, kata Dani, merupakan warga yang tak tersentuh bantuan dari pemerintah. Para ASN juga melibatkan ketua RT setempat dalam mendistribusikan bantuan.

"Yang diutamakan yang diluar DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), karena kan DTKS sudah dapat PKH, sama bantuan tunai. Kemudian yang di luar juga BLT desa, BLTA desa dapet dari desa setiap bulan. Jadi yang belum tersisir dari tiga program itu dan juga di luar yang sudah dapat sembako isoman. Karena PPKM darurat yang begitu panjang ditambah masyarakat yang terdampak, disitulah disisir dengan sembako ini," ungkapnya.

Ia berharap dengan pencanangan program ASN berbagi tersebut bisa menjadi tambahan kekuatan bagi masyarakat yang kini sedang kesulitan ekonomi.

"Sementara untuk ASN sendiri sebagai wujud syukur untuk mereka, walaupun kondisi pandemi seperti ini mereka harus stay at home, tapi gaji mereka relatif tidak terganggu. Maka saya ajak hayu kita syukuran, tidak hanya dengan kata-kata tapi dengan cara bergerak," bebernya.

Kemudian, dengan adanya program ini dimana ASN turun ke tengah masyarakat membawa sembako menjadi gambaran bahwa negara hadir untuk masyarakat.

"Saya juga tugaskan, ASN tidak hanya bagi-bagi sembako, tapi juga lihat rumah - rumah yang isoman. Apakah layak atau tidak untuk isoman, nah nanti itu juga dicatat, dan dapat data-data yang langsung di lapangan," tandasnya.