Positif Covid-19 Kian Meningkat, Gugus Tugas Majalengka Usulkan Penundaan Sekolah Tatap Muka

Positif Covid-19 Kian Meningkat, Gugus Tugas Majalengka Usulkan Penundaan Sekolah Tatap Muka
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19/RMOLJabar

Melonjaknya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Majalengka dalam sebulan terakhir membuat keprihatinan semua pihak. Sehingga perlu kerja sama dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat.


Hal tersebut harus dilakukan guna menghindari terjadinya klaster baru di berbagai bidang, sekaligus memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Bahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka sudah mengusulkan supaya pembelajaran tatap muka di sekolah sementara dihentikan dan jangan dipaksakan.  

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Majalengka Alimudin mengaku sudah mengusulkan agar pembelajaran secara tatap muka tak usah dipaksakan digelar. 

Sebab berdasarkan data yang diperoleh secara nasional ada sebanyak 15.000 anak usia 0-14 tahun di Indonesia terkena Covid-19, di mana 165 anak meninggal dunia. Paling banyak kematiannya adalah pada usia bayi.

"Saya sudah mengusulkan ke Pak bupati dan Pak Kadisdik untuk penundaan sebelum situasinya normal kembali. Sebaiknya pembelajaran tatap muka ditiadakan dulu karena pandemi Covid-19 masih terus menyebar luas di berbagai daerah di Majalengka pada khususnya, umumnya di Indonesia," ujar Alimudin kepada Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (19/9)

Alimudin menambahkan, kebijakan digelar tidaknya sekolah tatap muka tidak cukup dengan kebijakan tertulis. Namun perlu implementasi kebijakan di lapangan untuk meminimalisirnya.

Akan tetapi, jika memang banyak masyarakat menghendaki proses belajar tatap tetap dilangsungkan, yang harus menjadi catatan adalah penerapan protokol kesehatan diperketat.

"Di sekolah itu biasanya ruangannya ber-AC dan tertutup, maka harus dibuka agar udara bebas keluar. Jumlah siswanya pun harus dibatasi. Selain itu ruang guru dan kepala sekolah juga harus diperhatikan agar bebas dari penyebaran virus corona," ucapnya.

Sesuai anjuran pemerintah, lanjut Alimudin, di sekolah juga harus membiasakan anak-anak mencuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak.

"Harus memberikan edukasi yang jelas dengan bahasa yang mengena kepada anak-anak. Diberi pengertian jangan saling tukar masker karena gambar maskernya Doraemon atau gambar lainnya," tegasnya.