Prabowo Butuh Persiapan Matang Di Pilpres 2024 Agar Isu Kerusuhan Mei 98 Tidak Digoreng

Prabowo Subianto/Net
Prabowo Subianto/Net

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto diminta harus segera mempersiapkan secara matang rencana pencalonannya sebelum bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.


Bahkan, eks Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta, Gerindra mengupayakan kepastian hukum bahwa Prabowo tidak terlibat dalam kerusuhan Mei 1998, yang bernuansa SARA dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat.

Merespons hal tersebut, analis politik Wempy hadir menilai apa yang dilakukan Arief Poyuono merupakan langkah antisipasi bagi kubu Prabowo karena di setiap perhelatan Pilpres, masalah pelanggaran HAM selalu dihembuskan.

"Potensi penggerusan suara Prabowo sangat tinggi. Bahkan tiga kali Pilpres belakangan, Prabowo tidak bisa dilepaskan dari persoalan HAM masa lalu," terang Wempy, dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (19/9).

Wempy sepakat dengan apa yang disampaikan Arief Poyuono bahwa kejelasan status Prabowo tidak terlibat pelanggaran HAM berat tidak diasosiasikan kepada Prabowo.

"Kejelasan soal status pelanggaran HAM masa lalu agar isu ini tidak selalu digoreng ketika Prabowo mencalonkan diri sebagai calon presiden. Jika tidak, maka ini yang terus akan menghantui Prabowo dari Pilpres ke Pilpres," tutupnya. .