Presiden Jokowi Pastikan 181,5 Juta Masyarakat Tetap Gratis Dapatkan Vaksin Covid-19

Presiden Jokowi saat disuntik Vaksin Covid-19 tahap kedua/Net
Presiden Jokowi saat disuntik Vaksin Covid-19 tahap kedua/Net

Vaksinasi untuk sekitar 70 persen dari total populasi masyarakat Indonesia dipastikan gratis oleh Presiden Joko Widodo.


Hal itu disampaikan kembali oleh Jokowi melalui Jurubicara Presiden, Fadjroel Rachman, melalui siaran pers yang diterima wartawan, Rabu (27/1).

"Sekali lagi, Presiden  menegaskan bahwa vaksinasi Covid-19 untuk sekitar 181,5 juta masyarakat ini diberikan secara cuma-cuma," ujar Fadjroel.

Sebagai bukti keberlanjutan program vaksinasi ini, Fadjroel mengatakan pagi tadi Jokowi bersama dengan pejabat pemerintahan dan tokoh agama serta tokoh masyarakat, telah melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 untuk doses yang kedua, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Katanya, hal serupa juga dilakukan bergulir di seluruh Indonesia yang diikuti kepala daerah provinsi, kabupaten dan kota beserta tokoh agama dan tokoh masyarakat di 34 provinsi di Indonesia. 

"Ini bersamaan dengan dimulainya vaksinasi untuk 1,4 juta tenaga kesehatan di seluruh Indonesia sebagai garis depan dalam perang global memutus mata rantai pandemi Covid-19," ungkapnya seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.

Melalui vaksinasi kedua ini, Fadjroel menambahkan, Kepala Negara kembali memberikan kepastian kepada seluruh masyarakat Indonesia mengenai kesucian dan kehalalan vaksin sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Selain itu, juga menegaskan mengenai tingkat keamanan dan keefektifan vaksin yang digunakan sesuai standar internasional, yaitu telah mendapat izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Kemudian setelah vaksinasi kedua ini, Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan  masyarakat untuk menaati protokol kesehatan," katanya.

"Meski sudah divaksinasi, tetap jangan lupa protokol kesehatan dijaga secara disiplin. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, karena kuncinya ada di situ," demikian Fadjroel Rachman menutup.