Prioritaskan Keselamatan Dan Kesehatan, PJJ Jadi Opsi Sekolah Pada Tahun Ajaran Baru

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek menekankan prinsip Pembelajaran Tatap Muka (PTM) harus mengacu pada keselamatan dan kesehatan peserta didik maupun pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).


Sehingga dalam pelaksanaan tahun ajaran 2021-2022 yang akan dimulai pada Juli mendatang sekolah harus memberikan dua opsi, yakni PTM terbatas dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Hal tersebut disampaikan Koordinator Penjamin Mutu Pendidikan (PMP) dan Kerja Sama Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Katman, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/6).  

“PTM terbatas akan segera dimulai di tahun ajaran 2021-2022. Ini merupakan opsi tambahan dari opsi sebelumnya yang ditawarkan sekolah kepada orang tua murid, yakni PJJ,” kata dia.

Ia juga berharap orang tua murid menghimpun informasi tentang kesiapan sekolah dan memerhatikan sarana penunjang keselamatan dan keamanan siswa di sekolah dengan memfungsikan tim yang terlibat dalam Satgas Covid-19 di sekolah. 

“Yang perlu dipastikan adalah guru dan tenaga pendidik pun harus selesai divaksinasi 100 persen di sekolah tersebut sebelum PTM terbatas dilaksanakan,” tegasnya

“Sejauh ini uji coba PTM terbatas cukup positif karena dapat mendidik anak-anak agar beradaptasi dengan perilaku hidup baru. Sisi positif lainnya adalah model PTM terbatas ini akan meningkatkan sisi kreativitas guru,” ujarnya. 

Khusus untuk satuan Pendidikan PAUD dan SD, Katman menerangkan, jumlah peserta PTM terbatas sangat dibatasi. Hal tersebut dilakukan agar murid-murid PAUD dan SD bisa diawasi secara optimal.  

“Untuk peserta didik PAUD pelaksanaannya juga diarahkan melakukan aktivitas di luar ruangan sehingga lebih mudah untuk diberlakukan jaga jarak dari pada di ruang kelas. Itu salah satu praktik positif PTM terbatas yang dilakukan di PAUD,” tutupnya.