Prof. Dian: Kripto Bertolak Belakang Dengan Konsep Ekonomi Islam

Ilustrasi kripto/Net
Ilustrasi kripto/Net

Mata uang kripto (cryptocurrency) dinilai bertolak belakang dengan konsep ekonomi Islam. Islam banyak mengajarkan untuk berekonomi di sektor riil melalui perdagangan barang dan jasa serta bekerja sama dalam suatu bisnis riil dengan berbagi risiko. Konsep ini dikenal dengan istilah profit loss sharing.


Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Dian Masyita mengatakan, sektor riil akan menciptakan efek multiplier kepada masyarakat banyak, sehingga akan mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha. Pemilik modal tidak serta merta selalu untung, tetapi juga bisa rugi sesuai dinamika bisnis yang dijalankan.

"Dari keterangan diatas apakah cryptocurrency memenuhi karakteristik ekonomi syariah tersebut? Sepertinya masih jauh. Berita baiknya, semoga teknologi blockchain yang menjadi plaiorm cryptocurrency bisa dikembangkan untuk produk ekonomi dan keuangan syariah di masa depan,” kata Prof. Dian.

Generasi Milenial

Salah satu kelompok yang “terjerumus” dalam dunia kripto adalah generasi milenial. Generasi milenial dipandang lebih mudah menerima berbagai promosi kripto.

Prof. Dian menjelaskan, generasi milenial harus belajar banyak mengenai dasar-dasar atau logika dasar keuangan dan investasi sebelum memutuskan ikut berspekulasi di aset kripto. Jika tidak mau ambil risiko, banyak pula jenis investasi lain yang bisa dimanfaatkan, baik investasi di sektor riil maupun di sektor keuangan.

"Semua investasi ada risikonya masing-masing. Rule of thumb, kalau berharap untung besar tanpa banyak usaha, rasanya tidak mungkin di era keterbukaan dan dalam struktur pasar persaingan sempurna ini. Kalau pun ada untung besar, itu sifatnya sementara saja setelah itu mekanisme pasar akan segera menyeimbangkannya kembali,” ujar Guru Besar bidang Ekonomi Syariah tersebut.

Jika pernah rugi di aset kripto, Prof. Dian mendorong agar generasi milenial mau belajar lebih banyak lagi di sektor keuangan. Pola spekulasi keuangan bisa jadi terjebak dalam money game atau zero sum game.

"Praktisi keuangan banyak yang mengelompokkan bahwa cryptocurrency ini memiliki struktur zero sum game. Pada saat satu orang untung, berarti ada orang lain yang dirugikan,” terangnya seperti dikutip dari laman Unpad, Selasa (8/6).