Prof. Kusnadi Rusmil, Tokoh Kunci Di Balik Vaksin Covid-19 Bagi Rakyat Indonesia

Prof. Kusnadi Rusmil/Net
Prof. Kusnadi Rusmil/Net

Pandemi Covid-19 di tanah air hingga kini belum menunjukan akan segera berakhir. Tak hanya di Indonesia, di berbagai belahan bumi lainnya korban virus asal Wuhan itu jumlahnya terus meningkat.


Berbagai negara sudah mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi pandemi tersebut mulai dari mencari obat penawar, melakukan swab test massal, mengimbau memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak hingga tindakan ekatrim seperti yang dilakukan China, menerapkan kebijakan Lockdown.

Sayangnya semua upaya tersebut belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Bahkan gelombang ke-2 dan gelombang ke-3 pandemi tersebut makin mengkhawatirkan.

Para ahli meyakini solusi plaing jitu dalam menghentikan pandemi ini adalah dengan membuat vaksin yang bisa memberi manusia kekebalan terhadap virus corona baru tersebut.

Hal itu pula yang tengah diupayakan pemerintah saat ini. Selain mengerahkan para ahli dalam membuat vaksin secara domestik, pemerintah pun bekerjasama dengan negara-negara lain.

Berbagai vaksin yang dibuat ahli-ahli luar negeri di evaluasi dan di uji coba untuk kemudian di produksi masal dan di suntikan secara masal kepada masyarakat umum di tanah air.

Putra-putra terbaik bangsa dibidang peneliti vaksin dikumpulkan dalam satu tim ahli untuk bekerjasama dengan BUMN yang bergerak di bidang farmasi Bio Farma.

Unpad dan para alumninya patut berbangga karena salah satu Guru Besar Fakultas Kedokterannya  dipercaya jadi Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19. Dia adalah Prof. Kusnandi Rusmil.

Pria kelahiran Payakumbuh, itu kini jadi tumpuan harapan segenap rakyat Indonesia untuk segera terbebas dari ancaman virus asal China itu. Jika saatnya, tim yang dipimpin Prof Kusnadi berhasil memastikan vaksin yang saat ini sedang diujicoba efektif dan aman, maka ketidakpastian dan krisis multidimensi yang saat ini melilit bangsa bisa segera diakhiri.

Setiap orang bisa kembali menjalani aktifitas sehari-harinya secara normal karena sudah mendapat vaksin yang di siapkan oleh Prof Kusnadi saat ini. Sektor bisnis kembali beroprasi normal, para buruh kembali bekerja, siswa-siswa bisa kembali ke bangku sekolahnya  dan para guru pun mengajar kembali bisa mengajar muridnya secara tatap muka. Perekonomian negara pun bisa segera pulih.

Prof. Kusnandi menegaskan bahwa tim uji klinis vaksin Covid-19 di Unpad mengikutsertakan banyak ahli kedokteran dan penasehat medis. Total ada 102 tim medis yang ikut serta.

“Moga-moga kami dapat berhasil,” kata Profesor yang juga fans berat klub sepakbola asal Spanyol,  Barcelona.

Dalam Upacara Peringatan Dies Natalis ke-63 tersebut, Prof. Kusnandi Rusmil bersama Direktur Operasi Bio Farma M. Rahman Roestan menerima Anugerah Padjadjaran Utama.