Profesor Unpad Sebut Agroekosistem Jadi Kunci Ketahanan Pangan Di Indonesia

Ilustrasi agroekosistem/Net
Ilustrasi agroekosistem/Net

Salah satu kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia adalah agroekosistem atau eksositem pertanian.


Maka dari itu, pengembangan kawasan ini perlu diperkuat dan diperbanyak. Mengingat Indonesia diberkahi keragaman varietas tanaman yang luar biasa serta mampu menghasilkan beragam bahan pangan.

Begitu dikatakan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Fapet Unpad), Prof. Dedi Ruswandi.

Prof. Dedi mengatakan, agroekosistem di Indonesia dinilai memiliki keunggulan dibandingkan negara lainnya.

Dari sisi geografis, Indonesia terletak di negara tropis sehingga dianugerahi sinar matahari yang cukup bagi fotosinetis tumbuhan dan didukung dengan tanah yang subur karena memiliki rangkaian gunung berapi yang memanjang.

Sumber air di Indonesia sangat cukup untuk pertanian, mulai dari hujan, mata air, sungai, danau, hingga rawa. Selain itu, keragaman tanaman, serangga, dan burung memungkinkan produktivitas tanaman pertanian menjadi tinggi.

"Indonesia dapat dijadikan sentra produksi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan dunia,” kata Prof. Dedi seperti dilansir laman Unpad, Selasa (15/2).

Guru besar pada Departemen Pemuliaan Tanaman Faperta Unpad ini mencontohkan beberapa agroekosistem yang berhasil di Indonesia, di antaranya sistem pertanian Subak di Bali, perkebunan teh Rancabali di Kabupaten Bandung, hingga sistem padi rawa di Kalimantan dan padi gogo rancah di masyarakat Baduy.