Proyek Bendungan Sadawarna Dimulai, Pemerintah Bayar 63 Miliar Ke BUMN Dahana

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Dahana (Persero) resmi melepaskan lahan seluas 72 hektare untuk kepentingan pembangunan Waduk atau Bendungan Sadawarna yang terletak di Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang.


Penanadatanganan penerimaan pembayaran langsung Uang Ganti Rugi (UGR) dan pelepasan hak lahan PT Dahana untuk pembangunan Bendungan Sadawarna dilakukan di Kampus Dahana, Rabu (15/07).

Penyerahan UGR tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara penerimaan pembayaran langsung UGR yang dilakukan Kepala BPN Kabupaten Subang Joko Susanto, Kepala PPK Asep Sapaat dan Direktur Utama PT Dahana Budi Antono.

Pemerintah melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) telah melakukan pembayaran UGR untuk lahan Dahana.

"Ke Dahana ini merupakan pembayaran perdana. Lahan Dahana yang terpakai untuk bendungan ini hampir 72 hektare atau sekitar 30% dari total luas lahan keseluruhan bendungan,” ujar Joko Susanto.

Joko berharap, Bendungan Sadawarna dapat mengatasi persoalan kebutuhan air irigasi dan air baku yang semakin meningkat dan mengatasi permasalahan banjir yang berada di Subang, Indramayu dan sekitarnya.

Luas lahan yang dilepas Dahana untuk Bendungan Sadawarna ini seluas 719.755 m2 yang berlokasi di Desa Sadawarna Kecamatan Cibogo. Sementara itu, UGR pengadaan tanah pembangunan Bendungan Sadawarna untuk Dahana mencapai nilai sebesar Rp63,7 miliar.

Direktur Utama PT Dahana (Persero) Budi Antono, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses pelepasan hak lahan Dahana untuk pembangunan Bendungan Sadawarna.

"Terima kasih kami ucapkan untuk BPN, PPK, BBWSC, KJPP, Unsur Muspika Kecamatan Cibogo dan Desa Sadawarna serta mitra kami Bank BNI,” ucap Budi.

Masih kata Budi, pihaknya sangat mendukung percepatan penyelesaian proyek strategis nasional (PSN), sesuai program percepatan pembangunan infrastruktur Presiden Republik Indonesia guna kepentingan masyarakat.

"Semoga proses pembangunan Bendungan Sadawarna ini dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu sehingga dapat segera memberikan manfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.

[caption id="attachment_79134" align="alignnone" width="800"] Proyek Bendungan Sadawarna/Ist[/caption]

Sebagai informasi tambahan, pembangunan bendungan Sadawarna merupakan PSN sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Bendungan ini direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 49M³ diharapkan dapat mengairi lahan seluas 6000 Ha di Subang dan Indramayu, mengurangi debit banjir sebesar 316 M³/detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 0,50 M³/detik.