Pulihkan Hubungan Dua Negara, Presiden Terpilih Kolombia Hubungi Maduro

Presiden terpilih Kolombia, Gustavo Petro./Net
Presiden terpilih Kolombia, Gustavo Petro./Net

Presiden terpilih Kolombia, Gustavo Petro berusaha memulihkan hubungan kembali dengan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.


Demi memulihkan hubungan kedua negara, Petro bahkan sudah berbicara dengan Maduro.

“Saya telah berbicara dengan pemerintah Venezuela untuk membuka perbatasan dan menegakkan kembali pelaksanaan penuh hak asasi manusia di perbatasan,” tulis Petro di Twitter.

Maduro merupakan salah satu orang pertama yang memberi selamat kepada Petro atas "kemenangan bersejarahnya".

“Saya berbicara dengan presiden terpilih Kolombia Gustavo Petro dan atas nama rakyat Venezuela, saya mengucapkan selamat kepadanya atas kemenangannya. Kami membahas kesediaan untuk memulihkan keadaan di perbatasan, berbagai masalah perdamaian dan masa depan yang sejahtera dari kedua bangsa,” tulis Maduro di Twitter seperti dimuat AA.

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa pemerintah Venezuela menyatakan keinginannya yang paling kuat untuk bekerja dalam pembangunan.

Petro berulang kali mengatakan selama kampanye presiden bahwa salah satu tujuannya yakni untuk membangun kembali hubungan dengan negara tetangga, yang sudah diblokir selama lebih dari tiga tahun.

Sejak Presiden Ivan Duque menjabat pada 2018, Kolombia bergabung dengan AS dalam mendukung pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido dan upayanya untuk menggulingkan Maduro.

Guaido telah diakui oleh sekitar 50 negara sebagai presiden sementara Venezuela.

Maduro memutuskan hubungan diplomatik dengan Kolombia pada waktu itu dan mengusir para diplomat, yang menyebabkan ketidaknyamanan bagi ribuan orang Venezuela dan Kolombia yang pergi dari satu negara ke negara lain.

Perbatasan kedua negara ditutup pada 2019 ketika pemerintah Venezuela memblokir jembatan internasional Simon Bolivar dengan container.

Langkah itu dilakukan setelah Maduro menolak untuk mengizinkan bantuan internasional masuk ke negara tersebut dengan mengatakan bantuan tidak diperlukan.

Kendati berusaha menjauhkan diri dari Maduro selama kampanye, Petro bersedia untuk secara bertahap membangun hubungan.

“Menormalkan hubungan tidak terjadi dalam semalam. Itu proses yang harus dimulai dari mensejahterakan rakyat, dimulai dari masyarakat di perbatasan,” kata Petro kepada Caracol TV, Rabu.

Lebih dari 6 juta orang Venezuela telah meninggalkan negara itu, banyak di antaranya ke Kolombia, untuk mendapatkan situasi ekonomi yang lebih baik.