Quo Vadis Permata?

Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta/RMOLJabar
Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta/RMOLJabar

Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta (Permata) sebagai bagian dari generasi muda Purwakarta sudah seharusnya memiliki kesadaran yang tinggi terhadap situasi dan kondisi masyarakat dan bangsanya.


Dengan status yang disandangnya sebagai insan akademis sesuai tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, maka mahasiswa semestinya ada di garda terdepan pembangunan daerah maupun nasional. Setidaknya ikut berperan aktif membantu pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman.

Mahasiswa tidak sepantasnya bermanja ria, menunggu uluran tangan orang lain atau merasa bangga dengan statusnya. Alih-alih demikian, dengan daya kritis dan analitisnya yang didapat dari pembelajaran di bangku kuliah, mahasiswa harus berani tampil menyampaikan masukan yang solutif demi kebaikan bersama.

Demikian dikatakan Kabid Kepemudaan pada Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Ahmad Arif Imamulhaq usai pelantikan Pengurus Permata Cabang Bandung, Jakarta, Cirebon, Karawang dan Purwakarta, di Gedung Dakwah Purwakarta, kemarin.

"Saya mengajak adik-adik Permata hadir memberikan masukan yang konstruktif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Manfaatkan kemajuan teknologi digital saat ini untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan ketahanan nasional. Jangan berpangku tangan menunggu waktu dengan kumpul-kumpul tak bermutu. Lakukan kerja-kerja kreatif, inovatif dan konkrit yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat," kata Kabid, yang juga pendiri Permata di Yogyakarta ini.

Ia berharap keberadaan Permata sebagai salah satu wadah pembinaan generasi muda perlu segera melakukan evaluasi atas peran dan fungsinya selama ini.

"Secara sosiologis, Permata itu berasal dan lahir dari masyarakat Purwakarta, membawa nama Purwakarta di dalamnya. Dan, pemerintah daerah pun sudah berikan perhatian tersendiri dengan menyediakan sekretariat tetap bagi Permata. Karenanya, kami berharap Permata melakukan review atau evaluasi atas peran dan fungsinya selama ini. Jangan sampai masyarakat bertanya, quo vadis (mau kemana) Permata? Buatlah perencanaan yang matang untuk 5, 10 dan 20 tahun ke depan," ujar Arif.

Dalam agenda tersebut, tampak hadir beberapa senior Permata, diantaranya Alaikassalam, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Purwakarta dan Aceng Muhtar. Kegiatan yang mengusung tema Keberagaman untuk loyalitas  kebersamaan untuk solidaritas tersebut dilanjutkan dengan up grading pengurus baru.

Sementara itu, Mochamad Ilga Sopian Maksum selaku Ketua PB Permata menyampaikan bahwa Permata akan selalu hadir dan ikut serta  memberikan sumbangsih bagi Purwakarta.

"Dalam momen pelantikan ini, kami ingin menegaskan kembali bahwa Permata akan berusaha memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Purwakarta dalam semangat silaturahmi antar generasi muda maupun sesama mahasiswa sebagai agen perubahan, terutama pada sektor perekonomian sesuai kapasitas pribadi maupun organisasi," kata Ilga didampingi Muhammad Umar, selaku ketua panitia pelaksana.

Adapun nama-nama Ketua Cabang Permata yang dilantik terdiri dari;

  • Mochamad Fazhri Syamsi sebagai Ketua Permata Cabang Bandung
  • Serin Tias Sidqi sebagai Ketua Permata Cabang DKI Jakarta
  • Rezaldy Mahendra Budiyana sebagai Ketua Cabang Purwakarta
  • Agam Nur Harimurti sebagai Ketua Cabang Karawang, dan
  • Naufal Abdurrahman sebagai Ketua Permata Cabang Cirebon.