Ratusan Anak Di Majalengka Jadi Yatim Setelah Orangtuanya Meninggal Karena Covid-19

Kantor  DP3AKB Majalengka/Net
Kantor DP3AKB Majalengka/Net

Sebanyak 346 anak menjadi yatim piatu setelah orang tuanya meninggal dunia karena terjangkit virus corona.


Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2A), DP3AKB Majalengka, Mumu Mugni kepada Kantor Berita RMOLJabar melalu pesan terrulisnya, Jumat (3/9).

Diakui Mumu, angka tersebut belum pasti katena data yang ada di instansinya masih sementara.

"Sampai hari ini jumlahnya (anak yang di tinggal orang tua akibat COVID-19) mencapai 346 anak," ungkap Mumu.

Menurutnya, kasus anak yang kehilangan orang tua akibat Covid-19 terjadi hampir diseluruh Kecamatan.

"Itu tersebar di semua kecamatan, 26 Kecamatan. Dan yang paling tinggi ada di Kecamatan Majalengka sebanyak 28 anak," ucapnya.

Sebagai wujud perlindungan bagi anak-anak yang menjadi yatim piatu, 

Mumu megatakan, Dinas DP3AKB Majalengka tak tinggal diam.  Ia mengaku telah menugaskan anak buahnya dengan para psikolog melakukan trauma healing.

"Penanganan dari kami yang pertama kami sudah melakukan semacam trauma healing terhadap mereka. Kami berkerjasama dengan psikolog berkeliling ke setiap kecamatan," tegas Mugni.

Diketahui bahwa saat ini secara bertahap pihaknya bersama DP3AKB Provinsi Jawa Barat akan membrikan perhatian khusus pada anak yatim yang orangtuanya meninggal karena Covid-19. Termasuk, memberikan bantuan sembako dan juga uang kadeudeuh kepada anak-anak tersebut. 

"Hanya untuk saat ini baru 120 anak dulu. Bantuannya berupa sembako dan uang kadeudeuh sebanyak Rp. 200 ribu perorangan. Besok kita bagikan di 3 Kecamatan di antaranya, Kecamatan Majalengka, Cigasong dan Maja," tandasnya.