Rawat Nalar Kritis, PMII Komisariat STITNU Al Farabi Pangandaran Rutin Gelar Diskusi Dan Kajian

Diskusi PMII Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah Nahdlatul Ulama (STITNU) Al Farabi Parigi/RMOLJabar
Diskusi PMII Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah Nahdlatul Ulama (STITNU) Al Farabi Parigi/RMOLJabar

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah Nahdlatul Ulama (STITNU) Al Farabi Parigi, Kabupaten Pangandaran akan menggelar acara diskusi dan kajian secara berkala demi merawat nalar kritis kalangan mahasiswa.


Diketahui, dalam kajian yang sering digelar dalam satu minggu sekali ini, berbagai diskusi dan kajian isue kerap jadi bahasan. Baik.

Ketua PMII Komisariat STITNU Al Farabi, Yosep Saeful menjelaskan, diskusi tersebut membahas banyak persoalan. Mulai dari isue lokal, nasional, global beserta kajian agama Islam.

 "Saat ini kita membahas popularitas atau kepakaran ditengah dinamika politik global, ini dipantik langsung oleh alumni ataupun demisioner pengurus PMII," ungkap Yosep kepada Kantor Berita RMOLJabar, Minggu (11/6).

Tema global ini, kata Yosep, diambil untuk menyikapi perkembangan di dunia hari ini. Selain itu, tambah ia, diskusi ini juga dilakukan untuk merawat kualitas kader supaya berpikiran luas.

" Enggak cuma diskusi kok, sebagai kontrol sosial dan agen of change, kadang kita juga turun aksi. Ya untuk pembiasaan, ini kan kewajiban sebagai Mahasiswa," tegasnya.

Beberapa tema diskusi dan kajian, ucap Yosep, terus dilakukan silih berganti denga latar tempat yang berbeda-beda. Ia menyebutkan, bahwa terkadang diskusi berlangsung dilapangan sepak bola bahkan di pesantren.

" Ya tergantung bahasan. Biar nggak mumet juga kan, kalau di pesantren itu kita khusus kajiannya soal agama. Seringnya sih buka kitab kuning,"tandasnya.

Selain menjalankan program organisasi, Yosep menambahkan, kajian ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas para anggotanya