Realisasi Program Pahe Tak Jelas, PMII Pangandaran Salami Baliho Ketua DPRD Dan Kasih Kado

Masa PMII saat hendak menyalami Baliho Ketua DPRD Pangandaran/RMOLJabar
Masa PMII saat hendak menyalami Baliho Ketua DPRD Pangandaran/RMOLJabar

Program Pangandaran Hebat (Pahe) yang digagas Pemerintah Daerah (Pemda) Pangandaran untuk menopang pendidikan gratis tahun 2020 tak kunjung diselesaikan.


Gerah dengan persoalan tersebut, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisarit STITNU Al Farabi Pangandaran, menggeruduk kantor DPRD Pangandaran, Jumat (4/6).

Ketua PMII Komisariat STITNU Al Farabi Pangandaran, Yusuf Sidik menjelaskan, beberapa tuntutan yang disampaikan yakni terkait kejelasan program Pahe yang sudah bergulir sejak lama.

“Kami meminta ketegasan DPRD dan Pemda untuk menjelaskan program Pahe yang hasilnya harus disampaikan kepada Publik,” ungkap Yusuf kepada wartawan.

Tuntutan kedua, kata Yusuf, yakni kejelasan besaran anggaran teknis pelaksanaan dan mekanisme realisasi program Pahe. Ketiga, program Pahe harus segera direalisasi dan dibayarkan.

“Selesaikan dong. Kalau tidak ada perencanaan, DPRD dan Pemerintah Daerah harus bertanggungjawab karena sudah mengeluarkan Perbup tentang Pahe,” tuturnya.

Dalam aksinya, masa sempat menyalami baliho Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin karena tidak pernah hadir pada setiap PMII datang ke gedung dewan.

Mereka juga memberikan kado berisi tiga buah barang, di antaranya batu baterai, kacamata dan kain kafan, yang masing-masing memiliki nilai filosofi keberadaan DPRD Pangandaran.

“Isinya batu batre sebagai penambah energi bagi DPRD dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi, kacamata biar bisa jelas melihat keadaan rakyat dan mengawasi kinerja eksekutif, kain kafan karena kami anggap dewan sudah mati,” pungkasnya.