Relawan Desa Tanggap Covid-19 Di Subang Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Penyemprotan disinfektan dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Gembor, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang di tiap Rukun Tetangga (RT) sewilayah tersebut.


Langkah tersebut dilakukan menyikapi perintah Bupati Subang H. Ruhimat melalui Surat Edaran Bupati No Ks.01/723/PKAD, Penegasan Padat Karya Tunai Desa dan Desa Tanggap Covid-19.

Kepala Desa Gembor, Atang menyatakan, penyemprotan desinfektan merupakan bentuk sinergitas Pemdes, BPD, Bidan Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, LPM, Karang Taruna dan Masyarakat Desa yang tergabung dalam Tim Relawan Desa Tanggap Covid-19.

“Kita adakan giat penyemprotan desinfektan di wilayah Desa Gembor mulai dari fasilitas umum hingga rumah-rumah warga, dalam upaya pencegahan penularan Covid-19. Kegiatan ini kita lakukan dengan semua unsur yang tergabung dalam Tim Relawan Desa Tanggap Covid-19,” ujar Atang, Sabtu (4/4).

Selanjutnya, Atang menginstruksikan Kepala Dusun, RW dan RT untuk melakukan penyemprotan disinfektan di wilayahnya masing-masing. Dengan adanya penyemprotan ini pihaknya berharap masyarakat dapat melakukan penyemprotan  secara mandiri. 

“Kita akan terus berupaya melakukan tindakan pencegahan di wilayah desa Gembor agar tidak terjadi dampak yang buruk pada masyarakat dari wabah Covid-19 yang sedang marak ini,” ujarnya.

Di tempat sama, Ketua BPD Desa Gembor, Suhenda mengatakan, upaya pencegahan Covid-19 harus dilakukan bersama-sama baik dari Pemdes maupun masyarakat. Menurutnya, Pemdes harus melakukan langkah-langkah yang tepat, di antaranya mensosialisasikan kepada masyarakat apa yang harus dilakukan dalam pencegahan.

“Upaya pencegahan Covid-19 ini tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemdes saja, peran serta masyarakat juga sangat penting. Masyarakat dihimbau untuk Tidak panik, melakukan physical Distancing, melakukan pola hidup sehat dan menjalankan imbauan-imbauan dari pemerintah,” ungkap Suhenda.

Masih kata Suhenda, Pemdes harus melakukan upaya mengontrol warga desa yang pulang dari rantau dan melarang warga untuk melakukan perjalanan ke daerah-daerah yang masuk zona merah Covid-19.

“Demi menghindari penyebaran Covid-19, setiap warga yang pulang dari rantau agar melapor pada pengurus setempat, melakukan pemeriksaan kesehatan dan isolasi mandiri," tambahnya.

Selanjutnya, kata Suhenda, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan keluar daerah terlebih dahulu sampai situasi telah dinyatakan benar-benar terbebas dari pandemi Covid-19.