Ribuan Hektare Lahan Pertanian Gagal Panen, Pemkab Majalengka Siapkan AUTP Dan Benih Padi

Ilustrasi sawah terdampak banjir/Net
Ilustrasi sawah terdampak banjir/Net

Sejumlah bencana alam yang terjadi beberapa waktu terakhir membuat sebagian besar petani di Kabupaten Majalengka mengalami kerusakan tanaman hingga gagal panen.


Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (KP3) Kabupaten Majalengka mencatat, sebanyak 1.620 hektare lahan pertanian mengalami gagal panen lantaran terdampak banjir maupun longsor.

"Saat ini kita masih melakukan inventarisasi data yang akurat untuk lahan yang terdampak. Sehingga kita dengan mudah membantu saudara kita para petani dalam mendapatkan kompensasi," ujar Kepala Dinas KP3 Majalengka, Iman Firmansyah, Kamis (18/2).

Selain itu, saat ini Dinas KP3 Majalengka tengah melakukan komunikasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait bantuan kompensasi bagi para petani yang lahannya terancam tidak bisa panen akibat bencana.

"Saat ini kita masih melakukan pendataan, karena waktu hampir mepet. Sedangkan pengajuan kita sedang pendataan untuk bantuan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) maka kita siapkan bantuan benih padi gratis," terangnya.

Adapun untuk bantuan benih padi, beber Iman, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 152 ribu ton yang akan diserahkan bagi para petani terdampak bencana di Majalengka.

"Jumlah itu kita siapkan bagi 660 hektare lahan yang tersebar di 24 kecamatan yang terdampak bencana alam," tandasnya.