Ridwan Kamil Cocok Jadi Cawapres Dampingi Anies Baswedan

Pengamat Politik Muradi/RMOLJabar
Pengamat Politik Muradi/RMOLJabar

Nama-nama yang digadang-gadang akan menjadi Presiden pada Pilpres 2024 semakin dinamis. Nama seperti, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, hingga Sandiaga Uno ramai diperbincangkan di media massa.


Pengamat Politik, Muradi mengatakan bahwa, dari berbagai survei, angka elektabilitas dari nama-nama tersebut kian dinamis. Saat ini, kata Muradi, nama Sandiaga Uno angka elektabilitasnya mulai merangkak naik.

"Yang menguat itu adalah justru nama Sandiaga Uno, calon kuat masih Prabowo, Anies, Ganjar Pranowo," kata Muradi, di Kota Bandung, Selasa (7/12)

Muradi mengungkapkan, Ridwan Kamil yang kabarnya memiliki elektabilitas yang stabil di papan atas justru mulai turun. Sehingga jika elektabilitas RK di bawah angka 10 persen hingga pertengahan tahun depan, maka poten untuk masuk bursa Capres akan semakin menitip.

"Justru RK agak tergeser, RK kalau dipaksakan dia akan masuk slot wakil presiden bersama denga Erick Thohir yang masuk slot wapres, kalau sampai pertengahan tahun depan tidak masuk tiga besar dan elektabilitasnya di bawah 10 persen saya kira harus mempertimbangkan untuk tidak masuk dalam bursa Capres," ungkapnya.

"Kalau RK mau di level nasional, dia masuknya tidak level Presiden," imbuhnya.

Dengan begitu, lanjut Muradi, Anies Baswedan dinilai cocok untuk dijadikan pasangan Ridwan Kamil untuk memenangkan kontestasi politik 2024. Hal itu didasarkan pada kurang intimnya antara RK dengan partai politik.

"Pergaulan politik beliau, (cocoknya) Ke Anies, karena Anies dekat dengan nasdem juga PKS, RK, Saya membayangkan melihat Dia nyamannya dengan Anies," ujar Muradi.

"Tinggal masalah nya siapa yang punya uang, 2019 untuk jadi Capres orang harus punya uang 2,5 Triliun, kalau beliau punya uang segitu Saya kira menarik, tinggal bagi aja sama Anies," pungkasnya.