Ridwan Kamil Intruksikan Seluruh Wilayah Jabar Gelar Vaksinasi

Ilustrasi Vaksinasi/Net
Ilustrasi Vaksinasi/Net

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengintruksikan kepada semua daerah untuk melaksanakan vaksinasi masal secara maksimal di stadion-stadion yang ada di wilayah masing-masing.


Menurutnya, hal itu guna meningkatkan kekebalan di masyarakat. Mengingat, kasus penyebaran Covid-19 saat ini di Jabar tengah melonjak pasca libur Idul Fitri.

"Kami perintahkan semua daerah melaksanakan vaksinasi massal secara optimal di stadion-stadion yang ada di wilayah masing-masing," ucap Emil, sapaan akrabnya, di Makodam III Siliwangi, Selasa (15/6).

"Mengambil contoh terbaik ada di Kabupaten Bekasi yang diapresiasi presiden. Oleh karena itu TNI-Polri atas instruksi Panglima TNI dan Kapolri juga akan menjadi motor utama dari yang namanya vaksinasi massal yang harus dilaksanakan di kota/kabupaten," tambahnya.

Emil menyebut, pada hari Kamis nanti Presiden juga akan mengunjungi kabupaten/kota Bogor. Selain itu, Panglima dan Kapolri akan mengunjungi Bandung. 

"Kedua agenda tersebut adalah inspeksi penguatan vaksinasi," tegasnya.

Disamping itu, Emil juga sudah meminta kepada Menteri Kesehatan berbagai dukungan. Salah satu yang sudah disepakati yakni vaksinasi khusus di Bandung Raya sudah boleh untuk umum semua yang di atas 18 tahun.

"Ini juga penting  bahwa khusus di zona merah Bodebek dan Bandung Raya vaksinasi sudah boleh untuk umum. Itu siapa pun akan kami maksimalkan untuk divaksin tidak dibatasi lagi harus lansia untuk mengajar persentase hard immunity yang maksimal," katanya.

Kemudian, pihaknya juga akan mengecek ke wilayah Purwasuka. Karena berdasarkan catatan, kasus aktifnya tidak terlalu banyak tapi tingkat rumah sakitnya lebih parah dari Bandung Raya yakni, 84,7 persen.

Terkait wilayah lain di Jabar, kata Emil, daerah yang siaga 1 Covid-19 itu berdasarkan kajian zonasi kota/kabupaten. 

"Jadi, kalau ada daerah lain misalnya pemerintah Garut bisa melakukan pengetatan di zona- zona merah diwilayahnya sesuai dengan zonasi berbasis kecamatan atau kelurahan," jelasnya.

"Tapi khusus Bandung Raya, karena zona merahnya berbasis kota/kabupaten maka seluruh wilayah harus dalam satu keterkendalian," tandasnya.