Ridwan Kamil: Zona Merah Tinggal Kabupaten Bekasi Dan Kota Cirebon

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil/Ist
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil/Ist

Zona merah di Jawa Barat hanya menyisakan dua daerah. Di antaranya Kabupaten Bekasi dan Kota Cirebon.


Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Jabar, Ridwan Kamil menilai, hal tersebut menunjukan adanya pengurangan jumlah daerah yang masuk ke dalam zona merah atau risiko tinggi.

"Alhamdulillah zona merah sekarang hanya 2. Sempat 7, 5, 3, sekarang 2 di minggu ini laporannya yaitu Kabupaten Bekasi dan Kota Cirebon," ucap Emil, sapaan akrabnya, di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Senin (19/10).

Emil pun berharap, kedepannya kondisi ini akan terus membaik. Mengingat, Bodebek sebagai daerah episentrum kasus Covid-19 di Jabar hanya menyumbang satu daerah berzona merah.

"Mudah-mudahan dengan metode yang terus kita lakukan zona merah bisa 0 sama sekali karena Bodebek sudah konsisten selama 3 minggu hanya satu zona merah sehingga mudah-mudahan betul-betul bisa clear," katanya.

Emil juga menyebut, jika status zona merah ini juga berpengaruh pada sisi ekonomi. Salah satunya tingkat okupansi hotel.

"Dari sisi pariwisata, okupansi hotel memang masih terpuruk. Oleh karena itu, seiring dengan semakin hilangnya zona merah di epidemiologi kita berharap masyarakat bisa kembali beraktifitas di pariwisata asal menjamin 3M," ungkapnya.

Disamping itu, Emil mengatakan, jika tes PCR di Jabar saat ini sudah memenuhi standar WHO. Sebanyak satu persen warga Jabar sudah dilakukan tes PCR.

"Alhamdulillah minggu ini kita sudah memenuhi standar WHO, jadi seluruh rakyat Jawa Barat kali satu persennya sudah dilakukan tes PCR. Jadi tes PCR kita minggu ini sudah satu persen dari populasi di Jawa Barat di angka mendekati 50 juta jiwa di 500 ribu tes PCR. Kita akan terus tingkatkan upaya upaya pengendalian dan peningkatan kapasitas testing," tuturnya.

Terkait dengan kematian kasus Covid-19 di Jabar, kata Emil, juga mengalami penurunan. Sementara tingkat kesembuhan naik.

"Tingkat kematian semakin menurun, di minggu ini tingkat kematian kita ada di 1,85 persen, alhamdulillah dan tingkat kesembuhan juga menaik di angka 57 persen," tandasnya.