RK Gabung ke Golkar, Apa Kabar Beringin Purwakarta?

Ridwan Kamil (pakai loreng kosgoro) bersama Airlangga Hartarto/Net
Ridwan Kamil (pakai loreng kosgoro) bersama Airlangga Hartarto/Net

Pengamat Sosial Politik di Purwakarta Srie Muldrianto mengungkapkan, kabar bergabungnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke Partai Golkar, akan berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap peta politik atau perebutan kekuasaan dalam konteks Pilkada di Kabupaten Purwakarta.


Sementara, diketahui bersama bahwa penentuan calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada melibatkan pimpinan partai diatasnya seperti pimpinan wilayah maupun pimpinan pusat.

"Sementara KDM secara struktural sudah bukan pimpinan Partai Golkar wilayah di Jawa Barat. Tapi bukan berarti hilang pengaruhnya, selaku politisi yang tangguh KDM pasti bermanuver dan berstrategi," kata Srie kepada Kantor Berita RMOL Jabar, Senin (28/11).

Ia juga menuturkan, ketika KDM terlibat gesekan dengan Ade Komarudin yang saat itu menjabat Ketua DPR RI. KDM di Purwakarta masih di atas angin. Oleh karena itu bargain (tawar menawar) menjadi kata kunci dalam perebutan kekuasaan di Purwakarta.

"Hemat saya KDM masih cukup dominan di Purwakarta. Namun, akhir-akhir ini, dua mulai dimarginalkan atau di-Subang-kan, seolah-olah KDM bukan bagian dari warga Purwakarta," ujarnya.

Akibatnya, sebagian warga Purwakarta jadi kurang simpatik terhadap KDM. Meski faktor primordial dalam politik masih cukup dominan dalam tradisi budaya orang Sunda. KDM harus memiliki cara dan gaya lain dalam membangun komunikasi politik agar tetap dihati rakyat Purwakarta.

"Jika kita bandingkan Kang RK dengan KDM, kita akan dapati dua ciri yang berbeda Kang RK itu orang cerdas secara akademik dan konseptual, latar belakang dia sebagai arsitek telah mendukung dia untuk bekerja secara struktural dan konsepsional serta sistematis," ujarnya.

"Sementara KDM, dia itu pekerja keras, tangguh dan dekat dengan rakyat. Oleh karena itu jika KDM ingin tetap eksis harusnya terus turun ke bawah sebab itu kekuatan dia, dia sulit untuk bertarung dengan RK jika mengandalkan strategi dan konsep. Dia harus tampil sesuai ciri dan gayanya," sambung Srie.

Pengamat yang juga Dosen di STAI Muttaqien Purwakarta dan di STAB Nalanda Jakarta itu juga mengatakan, pengaruh masuknya RK ke Golkar dapat meredam kekuatan KDM di Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Purwakarta.

"Oleh karena itu, jika ingin sama-sama menguntungkan ya harus bekolaborasi antara DM dan RK. KDM harus merapat ke RK. Sebab kalau kondisi seperti sekarang suara KDM di Purwakarta dan Jawa Barat bisa tergerus dan bisa menjadi tanda-tanda kemunduran dinasti, termasuk di Kabupaten Purwakarta," demikian Srie Muldrianto.