Saat Blackout Terjadi, Kabareskrim Sempat Perintahkan Penyelidikan Serangan Siber

RMOLJabar. Penanganan dan penegakan hukum atas kejahatan siber akan menjadi tantangan berat bagi Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.


Kejahatan siber terus berkembang baik jenis maupun cakupannya, mulai dari penipuan sampai jaringan peredaran narkoba. Bahkan, para pelaku terorisme telah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi ini dalam aksinya.

Hal itu diungkapkan Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Idham Aziz saat membuka acara peluncuran website patroli siber di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (14/8).

Terkait serangan siber, mantan Kapolda Metro Jaya itu mengungkap kecurigaannya dalam kasus padamnya arus listrik secara massal pada Minggu 4 Agustus lalu, peristiwa yang di media sosial dijuluki Black Out 408.

"Saya bilang sama beliau (Direktur Tindak Pidana Siber Brigjen Rachmad Wibowo) dan jajaran, tolong dilidik apakah ini hanya black out biasa di Jakarta atau ada hubungannya dengan kejahatan siber," ungkap Idham seperti dimuat Kantor Berita RMOL.

Dia menduga ada serangan siber di balik padamnya listrik Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah karena belajar dari kejadian serupa di kota-kota besar negara lain. Serangan siber pernah memadamkan aliran listrik di Caracas, di New York dan London.

Sangat mungkin terjadi di Indonesia,” tekan Idham.[son]