Sakit Hingga Dihadirkan di Persidangan Gunakan Blankar, Hakim Akhirnya Bebaskan Terdakwa

Majelis Hakim membacakan penetapan terkait kasus dugaan penggelepan aset dengan terdakwa yang sedang sakit/RMOLJabar
Majelis Hakim membacakan penetapan terkait kasus dugaan penggelepan aset dengan terdakwa yang sedang sakit/RMOLJabar

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung mengembalikan berkas perkara kasus dugaan penggelapan aset perusahaan dengan terdakwa Iwan Santoso ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung.


Penetapan itu dibacakan Majelis Hakim yang diketuai Agung Gede Sisula Putra dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (30/8). 

Selain pengembalian berkas, ada beberapa point dalam penetapan tersebut, di antaranya adalah mengeluarkan terdakwa Iwan Santoso dari penahanan dan mengharuskan terdakwa menjalani pengobatan.

"Mengadili, menyatakan penuntutan perkara atas nama Iwan Santoso tidak diterima, mengembalikan perkara ke Kejari Bandung dan meminta terdakwa untuk dikeluarkan dari tahanan untuk dilakukan pengobatan," kata Ketua Majelis Hakim Agung Gede.

Sebelum dibacakan penetapan tersebut, di awal sidang Majelis Hakim sempat menanyakan kondisi kesehatan terdakwa Iwan Santoso yang kembali tak hadir di muka persidangan.

Ketua Hakim Agung Gede lantas berkomunikasi dengan terdakwa lewat video call melalui jaksa. Terdakwa sendiri sedang berada di tahanan Polrestabes dengan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkannya untuk hadir di persidangan karena sakit yang dideritanya.

Kemudian hakim juga menanyakan pendapat dari jaksa. Jaksa menyebut memang dalam keadaan sakit namun terdakwa masih bisa mendengarkan dan merespon terhadap jalannya persidangan.

"Untuk berkomunikasi masih memungkinkan masih lancar-lancar saja," kata Jaksa.

"Tapi efektif gak mendengarkan keterangan saksi?," tanya hakim kembali.

Hakim juga bertanya kepada kuasa hukum terdakwa Andri Prawira. Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter yang ditunjuk pihak Kejari Bandung, yakni Unit 119 Dinkes Kota Bandung, menyatakan terdakwa secara menyeluruh disebut mengalami vertigo.

Terdakwa juga kata Andri mengalami struk dan sudah merambat ke jantung. Selain itu, terdakwa Iwan juga keseimbangannya tidak terkendali karena mengalami pusing yang terus menerus.

"Berdasarkan pengecekan yang dilakukan, diketahui jika tekanan darahnya pun tinggi, mencapai 220/135," jelas Andri.

Atas pertimbangan kemanusiaan, Majelis Hakim pun akhirnya mengeluarkan penetapan atas perkara tersebut. Salah satu poinnya, berkas perkara atas nama Iwan Santoso dikembalikan ke Kejaksaan Negeri Bandung.

Sebagaimana diketahui, perkara ini sempat jadi sorotan beberapa waktu lalu, karena Iwan 'dipaksa' dihadirkan ke persidangan meski tengah terbaring di atas blankar.

Terdakwa Iwan diketahui tidak bisa bangun karena sakit vertigo, darah tinggi dan struk ringan. Namun beberapa pekan lalu, ia sempat 'dipaksa' dihadirkan ke persidangan.

Sementara pada Selasa pekan lalu, sidang digelar tanpa kehadiran terdakwa Iwan. Pun begitu dengan Selasa (30/8), Iwan lagi-lagi tak bisa dihadirkan karena sakit.