Sang Sufi

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

SANG sufi menempuh jalan kesederhanaan, menanggalkan peran berkeluasan harta

Nafasnya terengah-engah, jatuh bangun mendaki lembah kehinaan

Kerongkongannya kering, badannya kurus kerontang

Sebelumnya ia begitu nyaman bertengger di menara kemuliaan

Menelusuri jalan setapak nan sunyi, menjauhi kebisingan

Bersembunyi dari gemuruh dan hiruk pikuk popularitas memekakkan hati

Sang khazib dengan imamah, jubah dan tongkat kebesarannya, dahulu menapak karir menelusuri lorong-lorong becek, sempit dan gelap

Kini merangkak gagah mendatangi gemerlap istana dan mencium tengkuk saudagar

Wahai Tuhan orang faqir dan tertindas

Naungan Arsy-Mu jauh dibandingkan dari segala tipuan duniawi

Bak setetes air laut dicelupkan di jari telunjuk

Ya Allah, Ya Tuhan kami

Bimbing kami di jalan lurus

menjadi hamba dan kekasih-Mu.

H. Sabha Kuplanta

Penulis adalah seniman