Satpol PP Kota Bogor Beberkan Alasan Belum Menyegel Kafe Bajawa

Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syach/RMOLJabar
Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syach/RMOLJabar

Satpol PP Kota Bogor baru saja menyegel resto Mi Gacoan di wilayah Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, lantaran belum mengantongi izin PBG, pada Kamis (24/11) siang.


Selain Mi Gacoan, di Kota Bogor juga terdapat tempat usaha yang belum mengantongi izin PBG, seperti halnya Kafe Bajawa Flores, yang berlokasi di Jalan Merdeka (eks Presiden), Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Namun, untuk tempat usaha tersebut Satpol PP belum mengambil tindakan penyegelan.

Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syach mengatakan, untuk Kafe Bajawa itu proses PBG-nya sedang di urus dan laporannya ia terima tiga hari yang lalu.

"Tiga hari yang lalu, kita sudah mendapat surat bukti bahwa mereka sudah mengurus PBG. Artinya kalau PBG sudah diurus dan ada tanda terimanya, berkas kelengkapannya mungkin sudah disiapkan juga ada rekom amdal lalin, lalu ada rekom kebakaran, dan juga ada STPL dari lingkungan hidup. Tapi untuk yang ini (Mi Gacoan) sama sekali belum ada," ujar Agustian Syach usai penyegelan bangunan Mi Gacoan di Bogor Barat, Kamis (24/11).

Meski sudah menunjukkan bukti KRK, kata Agus, denda tetap diberlakukan dengan mekanismenya apabila PBG sudah serah terima maka retribusinya akan dihitung berdasarkan dari tingkat pelanggarannya, yaitu maksimal 10 persen dari nilai bangunan dan itu dibayarkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

"Kenapa kita tidak melakukan penyegelan, karena proses PBG sedang ditempuh maka 90 persen izin akan keluar. Jadi kita ini melihat ada itikad baik dari pengelola, kita tidak mau juga main sikat begitu saja, sehingga investor tidak tertarik berinvestasi di Kota Bogor, tapi aturan tetap ada. Nah, itikad baik dari mereka (Bajawa) sudah ada," jelas pria yang karib disapa Demak ini.

Terkait sudah beroperasinya Bajawa, kata Demak, maka yang dilakukan ialah denda. Namun pihaknya masih menghargai upaya yang sudah ditempuh oleh Bajawa.

"Jadi setelah kita layangkan SP3, mereka langsung menyampaikan progres perkembangan perizinannya, sampai terakhir mereka menyampaikan tanda bukti PBG," pungkasnya.