Sebar Berita Bohong Soal Megawati, PDIP Jabar Resmi Laporkan Hersubeno Arief Ke Polisi

Laporan PDIP Jabar ke Polda Jabar soal hoaks Megawati Soekarnoputri/RMOLJabar
Laporan PDIP Jabar ke Polda Jabar soal hoaks Megawati Soekarnoputri/RMOLJabar

DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Barat (PDIP Jabar) secara resmi melaporkan Hersubeno Arief terkait beredarnya informasi berita bohong (hoaks) mengenai Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri ke Mapolda Jabar, Senin (13/9).


Perwakilan Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat DPD PDIP Jabar, Ucok RP Tamba mengatakan, pihaknya melaporkan adanya konten di YouTube yang diunggah oleh Hersubeno Arief.

Dalam konten itu menyebutkan jika Megawati tengah sakit, bahkan koma, di RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina), Jakarta. 

"Kami berkeberatan dengan isi konten tersebut, karena memuat berita yang tidak benar. Yang kami laporkan adalah adanya kutipan yang bunyinya ‘Megawati Koma di ICU RSPP, Valid 1000%’, di kanal YouTube tersebut,” ujarnya, di Markas Polda Jabar, Senin (13/9). 

Pihaknya melihat sang pembuat konten melanggar tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 310 dan 311 KUHP, serta Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

“Kami tidak bisa membiarkan adanya informasi yang tidak benar tersebut. Karena itu kami membuat laporan melalui pengaduan masyarakat ke Kapolda Jabar, agar ada tindak tegas terhadap yang bersangkutan,” tegas Ucok. 

Dia berharap, hal ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat saat bermedia sosial, utamanya dalam menyampaikan informasi atau berita yang belum tentu kebenarannya. 

"Kami menyerahkan proses hukum selanjutnya kepada kepolisian, karena berita bohong atau hoaks tersebut meresahkan masyarakat, khususnya kader PDI Perjuangan," harapnya.

Dia menambahkan, hal-hal seperti ini harus diluruskan, jangan sampai ada lagi yang menyebarkan berita bohong atau hoaks, karena hal tersebut bisa berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. 

"Perlu penegakan hukum, apalagi negara kita adalah negara hukum, sehingga kejadian-kejadian seperti ini tak berulang lagi di masa mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan DPD PDIP Jabar, Abdy Yuhana menambahkan, Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDIP Jawa Barat dan di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat melaporkan secara serentak ke Polres di wilayahnya masing-masing.

"Hari ini BBHAR PDI Perjuangan Jawa Barat di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat serentak melaporkan Hersubeno Arief terkait beredarnya informasi berita bohong (hoaks) mengenai Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri," ungkap dia.

Abdy mengungkapkan, pelaporan ini merupakan bagian dari pembelajaran dalam berdemokrasi agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

"Apalagi, informasi yang disebarkan tentang kondisi ketua umum, padahal beliau sehat tak kurang apapun. Kami berharap dengan proses hukum siapapun perlu berhati-hati dalam menyebarkan informasi kepada publik," cetusnya.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono menegaskan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri  dalam kondisi sehat dan tidak kurang suatu apapun.  

"Beliau (Megawati,-red) hadir secara  virtual (zoom meeting) dari kediaman membuka Agenda Kegiatan Pendidikan Kader Tingkat Madya secara Nasional di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung Jakarta," kata Ono.

Ono mengemukakan, Megawati didampingi oleh Bendahara Umum Olly Dondokambe dan Ketua Bidang Pemuda dan Olah Raga Erico SBP Sitorus, dalam acara tersebut. 

Seperti biasa, Megawati selalu memberikan semangat kepada seluruh kader PDI Perjuangan, dan mengingatkan kembali tugas-tugas utama bagi kader yang duduk di struktural, legislatif dan eksekutif untuk selalu bekerja bagi rakyat. 

“Kami mengajak kepada rakyat Indonesia untuk senantiasa mendoakan Ibu Mega selalu diberikan nikmat kesehatan dan selalu semangat untuk terus menerus memberikan ide dan gagasan dalam mewujudkan Indonesia Maju,” ucap Ono.