Sejumlah Mahasiswa Geruduk Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tolak Wisuda Online

Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat audiensi dengan Rektorat menolak wisuda online/RMOLJabar
Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat audiensi dengan Rektorat menolak wisuda online/RMOLJabar

Sejumlah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon melakukan aksi unjuk rasa di kampusnya.


Dengan mengenakan pakaian Toga lengkap, aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk penolakan terhadap acara wisuda yang dilakukan secara daring atau online.

Ketegangan pun sempat terjadi ketika puluhan mahasiswa mencoba menghadang mobil rektor saat akan keluar kampus. Aksi saling dorong antara mahasiswa dengan pihak keamanan kampus pun tak terelakan.

Salah seorang perwakilan mahasiswa, Arif Abdul Wahid mengatakan, aksi penolakan tersebut dilakukan karena mereka menilai bahwa wisuda online yang digelar oleh IAIN Syekh Nurjati Cirebon belum siap sepenuhnya. 

Di samping itu, ia beserta para mahasiswa lainnya juga protes lantaran biaya yang harus dikeluarkan untuk wisuda online dinilai terlalu mahal. Oleh karenanya, mereka menginginkan wisuda tetap dilaksanakan secara Offline.

"Wisuda online IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini kita nilai persiapannya masih amburadul. Tapi yang paling menyayat hati, ketika kami melakukan audiensi ke rektorat, ke akademik, untuk meminta kejelasan soal anggaran. Salah satu dari mereka ada yang mengatakan bahwa anggaran wisuda kami digunakan untuk menyukseskan IAIN menjadi UIN," ungkapnya, Kamis (24/9).

Menanggapi hal tersebut, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Sumanta menjelaskan, alasan wisuda dilakukan secara online karena masih mewabahnya Covid-19. Terlebih, Kota Cirebon masuk dalam kategori zona merah penyebaran Covid-19.

"Kita tidak bisa melaksanakan wisuda secara Offline. Kita mengikuti regulasi. Seperti yang kita tahu, kota Cirebon ini masuk zona merah," ujarnya.

Sementara itu, ia juga menampik anggapan adanya pengalihan dana wisuda yang digunakan untuk mendukung IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN.

"Tidak betul itu, karena kita baru melaksanakan kegiatan. Sementara jika kita alihkan untuk kegiatan yang lain, harus ada revisi anggaran. Dan revisi anggaran belum kita lakukan. Jadi tidak benar jika ada dugaan-dugaan seperti itu," katanya.