Selamatkan Keuangan Perusahaan, Perumda Farmasi Kota Cirebon Berencana Datangkan Investor

Direktur Utama Perumda Farmasi Ciremai Kota Cirebon, Emirzal Hamdani/Ist
Direktur Utama Perumda Farmasi Ciremai Kota Cirebon, Emirzal Hamdani/Ist

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Farmasi Ciremai Kota Cirebon sudah menyusun rencana program kerja. Beberapa rencana tersebut diantaranya renovasi gedung, penambahan dokter spesialis hingga mencari investor untuk membantu keuangan perusahaan. 


Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Perumda Farmasi Ciremai Kota Cirebon, Emirzal Hamdani saat melakukan rapat kerja bersama Komisi II DPRD Kota Cirebon, di ruang Griya Sawala DRPD Kota Cirebon, Senin (7/6). 

Ia menjelaskan, gedung yang digunakan saat ini sangat tidak representatif untuk difungsikan sebagai layanan apotek sekaligus praktik klinik. Di samping itu, Perumda Farmasi juga berencana menambah enam dokter spesialis. Sehingga membutuhkan ruang klinik yang lebih mendukung.

Menurutnya, kondisi perusahaan sedang dalam keadaan tidak sehat sejak dia didapuk memimpin badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut. Namun demikian, perusahaan masih bisa berjalan karena bergantung dari praktik dokter yang terikat kerjasama dengan Perumda Farmasi.

"Rencana dalam waktu dekat yaitu melakukan renovasi infrastruktur. Korelasinya mendukung adanya penambahan dokter spesialis. Jika banyak dokter, maka banyak resep (kebutuhan obat, red)," ujar Emirzal dalam siaran pers yang diterima Kantor Berita RMOLJabar

Dikatakannya, target utama Perumda Farmasi pada tahun ini salah satunya mendatangkan investor untuk menyelamatkan keuangan perusahaan. Langkah itu dilakukan dengan membuat proposal perencanaan bisnis yang akan ditawarkan kepada investor. Baik perorangan, bank daerah, atau pihak mana pun yang tertarik menjadi mitra bisnis perusahaan.

Pasalnya, Emir menyadari, kondisi anggaran pemerintah daerah yang terbatas ditambah kondisi keuangan perusahaan yang minus, sangat sulit untuk bergantung dari penyertaan modal dari APBD. Sehingga, langkah mendatangkan modal dari investor merupakan pilihan yang harus disegerakan.

"Tujuan kami bukan penyertaan modal dulu. Jangan sampai 6 bulan ke depan kita mandeg. Kami maksimalkan dulu kondisi yang ada, jangan sampai bergantung kepada pemerintah," terangnya.