Sembilan Lembaga Pemantau Pemilu Sesalkan Kunjungan Anggota Bawaslu Ke Brazil

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Kunjungan Anggota Badan Pengawas Pemilu RI (Bawaslu) ke Brazil untuk memantau kegiatan pemilu di negeri samba (julukan negara Brazil) disoroti sembilan lembaga pemantau Pemilu yang ada di Indonesia.


Salah satu lembaga pemantau Pemilu, yakni Lembaga Studi Visi Nusantara (LV Vinus) menganggap kunjungan anggota Bawaslu RI beserta rombongan ke Brazil untuk memantau Pemilu atas undangan KPU Brazil, sekaligus untuk menghadiri rapat persiapan Global Network on Electoral Justice (GNEJ) yang rencananya dilaksanakan di Bali pada 9-11 Oktober 2022, hanya pemborosan saja.

"Kunjungan ke Brazil ini menjadi soal mengingat sekarang tahapan Pemilu sedang berjalan dan publik belum melihat hasil pengawasan yang signifikan dari Bawaslu," kata Direktur LS Vinus, Deni Gunawan melalui keterangan tertulis atas sikap sembilan lembaga pemantau Pemilu terhadap Bawaslu yang diterima Kantor Berita RMOLJabar.id, Jumat (30/9) malam.

Disamping itu, sambung dia, kehadiran di Brazil memakan biaya sangat besar, dan di taksir bisa mencapai Rp 1 miliar yang biayanya bersumber dari Bawaslu RI.

"Taksiran kami, biaya perorang bisa mencapai 250 juta rupiah. Sesuai info, ada 4 orang yang ikut dibiayai Bawaslu RI dalam kunjungan ke Brazil tersebut. Jadi total bisa diperkirakan bisa mencapai 1 milyar rupiah," ungkapnya.

Dengan menghabiskan anggaran sebesar itu, maka pihaknya sangat menyesalkan terhadap kebijakan Bawaslu RI yan sudah menggunakan anggarannya untuk melakukan kunjungan ke luar negeri di waktu yang tidak tepat.

"Kami menilai bahwa kunjungan ini sama sekali tidak tepat waktu, pemborosan uang negara dan tidak produktif. Apalagi tahapan Pemilu kita sedang berjalan dan kami belum melihat hasil pemantauan Bawaslu," tegasnya.

Untuk itu, pihaknya dan sembilan lembaga yang lain meminta Bawaslu RI dan jajaran untuk lebih fokus kepada pengawasan tahapan Pemilu di dalam negeri.

"Kunjungan seperti itu sama sekali tak perlu, tak bermakna dan tak strategis dilakukan di tengah tahapan verifikasi partai politik yang sekarang sedang berlangsung. Karena itu, tak perlu diteruskan di kemudian hari," tutupnya.

Berikut sembilan lembaga pemantau Pemilu yang menyatakan sikap atas kebijakan Bawaslu RI melakukan kunjungan ke Brazil:

  1. Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus)
  2. Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia
  3. Sindikasi Pemilu untuk Demokrasi (SPD)
  4. Komite Pemilih Indonesia (Tepi Indonesia)
  5. Indonesia Budget Center (IBC)
  6. Nara Integrita Indonesia
  7. Kata Rakyat
  8. PARA Syndicate
  9. Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi).