Sepakat Usung Gus Ami Sebagai Capres, PKB Jabar Terus Panaskan Mesin Partai

Wakil Ketua DPW PKB Jabar, Oleh Soleh/RMOLJabar
Wakil Ketua DPW PKB Jabar, Oleh Soleh/RMOLJabar

Meski kontestasi Pilpres 2024 masih menyisakan waktu tiga tahun lagi, PKB terus memanaskan mesin partainya untuk gelaran proses demokrasi lima tahunan tersebut. PKB telah sepakat mengusung Ketum Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Ami) sebagai Capres di 2024.


Wakil Ketua DPW PKB Jabar, Oleh Soleh mengungkapkan, bukan yang Gus Ami yang ingin mencalonkan sebagai presiden di tahun 2024 tetapi usulan tersebut berasal dari para kiai sepuh yang tergabung di Nahdlatul Ulama (NU), PKB struktural dari pusat hingga daerah, dan simpatisan.

Hal tersebut lantaran Gus Ami dinilai memiliki segudang pengalaman seperti, Ketua DPR RI, MPR RI, mengurus PKB selama 15 tahun, dan saat ini sebagai Wakil Ketua DPR RI.

"Karir beliau juga dari bawah, artinya sangat mumpuni dan memiliki pengalaman yang cukup luas dalam rangka mengelola pemerintahan dan negara," ungkap Soleh, Rabu (16/6).

Selain itu, imbuh Soleh, Gus Ami merupakan respresentasi dari berbagai kalangan yakni anak kiai besar, pesantren, kaum santri, dan milenial. Kemudian sebagai respresentatif dari NU meskipun memiliki banyak kader maupun stok Sumber Daya Manusia (SDM) tetapi Gus Ami tidak dapat dipindahkan dari perjuangan NU.

"Ini juga saya rasa bibit, bobot, dan bebet sudah ada di Cak Imin," imbuhnya.

Menurutnya, Gus Ami mampu mendongkrak elektabilitas PKB sehingga dapat bertengger di urutan tiga dan yang paling rendah empat. Sehingga, dapat dikatakan kinerja Gus Ami secara profesional maupun kolektif secara partai dapat diterima masyarakat.

"Kami tidak memiliki resource, tidak mempunyai media, dan uang. Kalau masyarakat mampu menerima kehadiran kami pasti karena perjuangan PKB yang betul-betul riil dan hadir ditengah-tengah kebutuhan masyarakat. Kapasitas, kapabilitas, maupun elektabilitas juga trennya naik. Rasa-rasanya tidak ada alasan lagi untuk tidak mengusung Cak Imin," lanjutnya.

Kinerja Gus Ami dibuktikan melalui tren elektabilitas personal maupun PKB yang terus mengalami kenaikan presentase. Soleh mengatakan hasil survei dari akhir tahun 2020 hingga pertengahan tahun 2021 terus naik, awalnya PKB berangkat dari 5 persen lalu naik ke 6 persen dan sekarang di 10 persen di bawah Partai Gerindra.