Soal Hoax Prabowo Jadi Tersangka, Pengamat : Jika Tidak Direspon Akan Menyerang Partainya Juga

Prabowo Subianto/Net
Prabowo Subianto/Net

Berita bohong (hoax) adalah masalah serius yang harus direspon secara sungguh-sungguh oleh semua kalangan, tak terkecuali pemerintahan. Apalagi menjelang tahun politik yaitu Pilpres dan Pileg 2024.


Hal tersebut disampaikan pengamat Politik asal Kota Cirebon, Sutan Aji Nugraha menanggapi munculnya konten hoax tentang Prabowo yang dinarasikan terjerat kasus hukum. Prabowo, dalam salah satu konten hoax tersebut, disebut meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena kasus tersebut, Kamis (15/9).

Sutan Aji mengingatkan sudah mulai berdatangan kabar-kabar hoax tentangnya, (Prabowo Subianto) yang merupakan menteri Pertahanan RI yang secara politis adalah Ketum Partai Gerindra yang diusung menjadi calon Presiden 2024 mendatang.

“Jika tidak direspon tidak mustahil secara cepat maka black campaign akan menyerang partainya juga,” ujarnya.

Sutan mengatakan sirine safari politik telah menyala di ruas-ruas jalan nasional dan provinsi serta kota/Kabupaten, itu menandakan pesta demokrasi politik akan segera dimulai. Setelah itu, mobilisasi sendirinya akan masuk ke dalam gang-gang digital sosial media.

“Hari ini era digitalisasi dimana semua berhak menyuarakan isi kepalanya melalui varian infrastruktur, oleh karena itu UU ITE ditelurkan. Kebebasan pribadi mesti dibatasi kebebasan orang lain, artinya semua orang sama di mata hukum,” ungkapnya.

Sutan Aji mengatakan pada pemilu 2024, terdapat bonus demografi yaitu kurang lebih 70 persen pemilih pemula akan mengisi bilik suara 2024. Diharapkan semua terparkir dengan rapih, tertib dan aman pada pesta demokrasi 2024 nanti.

“Kaum millenial melek teknologi, haruslah sadar akan teknologi dengan cara cek-kroscek sebuah berita dari berbagai sumber serta utamanya adalah mengisinya dengan ilmu pengetahuan,” tutupnya.