Soal Provinsi Sunda, Bupati Majalengka: Lebih Baik Dikaji Secara Matang Dan Objektif

Soal Provinsi Sunda, Bupati Majalengka: Lebih Baik Dikaji Secara Matang Dan Objektif
Bupati Majalengka, Karna Sobahi/RMOLJabar

Wacana penggantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda mendapat respon dari Bupati Majalengka, Karna Sobahi. Menurutnya, penggantian nama belum mendesak untuk dilakukan saat ini.


Pasalnya Karna menilai kearifan yang mulai berkembang saat ini masih dihadapkan kepada persoalan pandemi Covid-19.

"Jadi, ya silakan dikaji yang matang dengan mempertimbangkan kemaslahatan masyarakat Jawa Barat," ujar Karna Sobahi, Jumat (16/10).

Menurut Karna, wacana perubahan nama Provinsi tersebut tentu harus terlebih dahulu dikaji tingkat objektivitas, kepentingan dan manfaatnya untuk lebih mengedepankan kesejahteraan masyarakat.

Orang nomor satu di Kabupaten Majalengka itupun mengungkapkan pendapat Alvin Toffler yang juga seorang penulis dan futurolog Amerika. Ia dikenal karena karya-karyanya yang membahas mengenai revolusi digital, revolusi komunikasi, dan singularitas teknologi. 

"Alvin Toffler menanyakan apa arti sebuah nama. Oleh karenanya saya minta agar wacana ini dikaji secara matang dan objektif, dan tidak menimbulkan kontra yang merugikan masyarakat, apalagi dalam masa pandemi Covid-19 yang lebih didahulukan melindungi rakyat," tandasnya.