Soal Rekomendasi Wakil Bupati, Ketua DPD NasDem Minta Rohim Mintareja Tahu Diri

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bekasi, Teten Kamaludin angkat bicara soal tudingan yang dilayangkan kepadanya terkait tidak didukungnya Rohim Mintareja sebagai Wakil Bupati Bekasi sisa masa jabat 2017-2022 oleh DPD Partai NasDem Kabupaten Bekasi.


 

Teten mengaku kecewa soal tuduhan yang menyebut dirinya mbalelo, dan terima sesuatu dari salah satu calon. Padahal, kata dia, soal rekomendasi dua nama Calon Wakil Bupati haruslah sama dengan rekomendasi yang diterima oleh Partai Golkar, PAN, dan Hanura. Namun yang terjadi, hanya NasDem lah yang merekomendasikan namanya, sementara partai koalisi lain tidak.

"Jangan ada kader direkomendasi pengen nyalon, gak diterima partai lain membenci orang, menuduh orang jangan begitu. kalau gak dapet dukungan atau respon dari partai lain kita mau apa. Orang ambisi gak direspon sama orang tapi kesel," jelasnya, Kamis (12/12).

"Kita harus tahu diri, ini kan koalisi bukan kita sendiri, jangan menuduh-nuduhlah apalagi kader sendiri dituduh mbalelo lah, dapet inilah, dapet itulah emangnya mau ngapain. Ini cuman pemilihan wakil bupati sisa masa jabat kok, kesannya segala orang semuanya ada sesuatu, salah nggak begitulah," imbuhnya.

Seharusnya, kata dia, Rohim Mintareja harusnya membangun komunikasi dengannya sebagai pimpinan partai di Kabupaten Bekasi, untuk berkomunikasi soal pencalonan ini. Karena, selama ini ia mengaku belum pernah berkomunikasi dengan Rohim Mintareja kaitan pencalonan wakil bupati.

"Haji Rohim bilang sendiri bahwa nama dia sudah lama mencuat, nama dia juga pernah direkomendasikan, tapi di dalam rekomendasi itu kan gak ada tembusan ke DPD, jadi silahkan jalan aja sendiri. Toh komunikasi sama saya juga nggak kok nuduh-nuduh, harusnya komunikasi, misalnya dampingi saya ke partai ini, saya harus bagaimana, ini mah nggak ada. Kok malah nuduh-nuduh, waras gak tuh orang," bebernya.

Kendati demikian, ia pun mengaku sejak awal memang tidak merekomendasikan Rohim Mintareja sebagai calon wakil bupati dari Partai NasDem, sebab ketika pencalonan legislatif banyak kader yang kecewa dengannya. Ia pun kaget ketika nama Rohim Mintareja yang mendapatkan rekomendasi dari DPP, tanpa persetujuan darinya.

"Saya gak rekomendasikan dia dari awal juga, karena proses pileg banyak yang kecewa dengan dia. Dia dapet rekomendasi dari DPW dan diteruskan ke DPP, prosesnya aja saya gak tahu sampai dia dapat rekomendasi. Kalau dia memang dapat dari DPP silahkan jalan sendiri," tandasnya.