Sorgum Relatif Terbatas, Airlangga Dorong Kapasitas Lahan Diperluas

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Net
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Net

Produksi dan hilirisasi tanaman sorgum serta pengembangan tanaman pengganti gandum tengah dilakukan pemerintah. Langkah tersebut merupakan upaya untuk menjaga ketahanan pangan nasional.


Hingga bulan Juni tahun 2022, realisasi luas tanam sorgum sebanyak 4.355 hektare dan tersebar di 6 provinsi. Dari luas lahan tersebut, diperkirakan produksi mencapai 15.243 ton atau dengan produktivitas 3,63 ton/hektare. Luasan tersebut akan dipersiapkan Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Bapak Presiden Joko Widodo meminta agar dibuatkan roadmap sampai 2024. Presiden juga meminta Kabupaten Waingapu di Provinsi Nusa Tenggara Timur diprioritaskan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/8).

Roadmap pengembangan sorgum hingga tahun 2024 menjabarkan sasaran luas tanam pada tahun 2023 seluas 30 ribu hektare yang tersebar di 17 provinsi dengan produksi 115.848 ton (asumsi provitas 4 ton/ha). Sementara itu, sasaran luas tanam pada tahun 2024 seluas 40 ribu hektare yang tersebar di 17 provinsi dengan produksi sebesar 154.464 ton (asumsi provitas 4 ton/ha).

“Sorgum relatif masih terbatas. Oleh karena itu, arahan Bapak Presiden adalah pilot project ini harus diintegrasikan dengan peternakan sapi dan dari batang pohon sorgum yang bisa dijadikan sebagai bioetanol,” lanjut Ketua Umum Partai Golkar ini.

Selain itu, kata Airlangga, Presiden Jokowi juga minta Kementan menyiapkan alsintan dan ternak sehingga ekosistem sorgum dapat terbentuk di Kabupaten Waingapu. Karenanya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan mempersiapkan roadmap dan Kementerian BUMN beserta Kementerian ESDM menyiapkan pengembangan bioetanol.

“Selain itu, tentu kita harus mendorong kapasitas lahan yang diperluas, kontinuitas produk, dan juga mendapatkan offtaker seperti industri pakan ternak yang bahan bakunya 50% jagung dan 50% protein lain, salah satunya sorgum,” tutupnya, seperti diwartakan Kantor Berita Politik RMOL.