STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta Selenggarakan Pengabdian Berbasis Penelitian

 Peserta PBP saat melakukan sosialisasi dan kordinasi lingkungan kepada kader Posyandu/RMOLJabar
Peserta PBP saat melakukan sosialisasi dan kordinasi lingkungan kepada kader Posyandu/RMOLJabar

Sebanyak 189 mahasiswa STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta tahun akademik 2020-2021 mengikuti Pengabdian Berbasis Penelitian (PBP). Kegiatan PBP dimulai tanggal 28 Oktober 2020 sampai dengan 30 Nopember 2020 mendatang.


Ada 6 program studi yang mengikuti PBP, yakni: Pogram Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Ahwal Al Syakhshiyah (AS), Ekonomi Syari’ah (EKOS), Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Salah seorang peserta PBP, Aam Siti Aminah mengatakan, tahapan pertama PBP yang dilakukannya ialah sosialisasi di lokasi PBP sambil observasi untuk mengidentifikasi masalah-masalah penelitian sebagai bahan penyusunan program dan kegiatan Pengabdian Berbasis Penelitian (PBP).

"Pertama-tama dalam PBP saya melakukan sosialisasi, komunikasi dan koordinasi ke desa, ibu-ibu posyandu, ibu-ibu PKK dan lain-lain," terang Aam, Sabtu (31/10).

Mahasiwa semester 7 program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) tersebut mengatakan, pada saat sosialisasi dilaksanakan bisa dilakukan sambil observasi pengumpulan bahan-bahan PBP. teori pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan metode APKL.

"Metode APKL merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menguji kelayakan suatu isu untuk dicarikan solusinya dalam kegiatan aktualisasi. APKL merukapn metode analisis yang terdiri dari Aktual, Problematik, kekhalayakan dan kelayakan," paparnya.

Dijelaskan Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAI DR KHEZ Muttaqien, Muhamad Ridwan Effendi, kuliah pengabdian masyarakat (KPM) mempunyai banyak metode pendekatan seperti Assisted Based Community Development (ABCD) dan Participatory Action Research (PAR) atau di STAI DR KHEZ Muttaqien istilah ini disebut PBP ( Pengabdian Berbasis Penelitian).

"Mengingat KPM ini dilaksanakan di masa Pandemi Covid-19, dan kampus mesti taat terhadap aturan pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan dengan physical distance, maka teknis kegiatan dilaksanakan di daerah tingkat desa atau kecamatan tempat domisili mahasiswa itu berada," terangnya.

Untuk diketahui, Dua model KPM tersebut sudah sesuai dengan peraturan tentang kurikulum KKNI dan banyak digunakan oleh perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi keagamaan islam sejak diberlakukan kurikulum KKNI tahun 2015.

"Jadi harapan kami, dari PBP ini mahasiswa diberikan kelebihan manfaat dari hasil kegiatan KPM untuk dijadikan pilihan tugas akhir skripsi atau penelitian lainnya disamping mahasiswa terampil berfikir sesuai kaidah ilmiah," demikian pungkasnya.