Sudah Disucikan di Swiss, MUI Jabar Sebut Jenazah Eril Tak Perlu Dimandikan Lagi di Indonesia

Ketua MUI Jabar, Rachmat Syafe'i/RMOLJabar
Ketua MUI Jabar, Rachmat Syafe'i/RMOLJabar

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar menyebut jenazah Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril tidak perlu dimandikan kembali ketika tiba di Indonesia.


Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar menyebut jenazah Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril tidak perlu dimandikan kembali ketika tiba di Indonesia.

Sebab berdasarkan keterangan dari otoritas Swiss, jenazah Eril sudah dipulasara sesuai dengan syariat Islam, mulai dari pemandian, pengafanan, dan disalatkan.

"Oh tidak, kalau sudah dimandikan buat apa dimandikan lagi," kata Ketua MUI Jabar, Rachmat Syafe'i di Kota Bandung, Jumat (10/6).

Sementaran untuk menyolatkan jenazah, terang Rachmat, boleh dilakukan berulang kali. Pasalnya, para sahabat Nabi Muhammad Saw berulangkali menyolatkan yang wafat.

"Jadi artinya jenazah Eril datang ke sini, keluarga melihat lalu salat jenazah. Dan kalau ada kesempatan maka bisa salat secara berjemaah kemudian (jenazah Eril) dikuburkan," jelasnya.

Diwartakan sebelumnya, Ayahanda Eril, Ridwan Kamil melalui unggahan cerita Instagram @ridwankamil menjelaskan soal keutuhan jasad anaknya.

Berdasarkan penjelasan ilmiah dari rumah sakit Bern, jenazah Eril dapat utuh karena suhu air Sungai Aare sedingin kulkas dan fauna. Sehingga, jenazah Eril ditemukan dalam keadaan utuh meskipun berada di sungai selama 14 hari.

"Alhamdulillah, di rumah sakit Bern, sesaat setelah memandikan jenazah Eril. Penjelasan ilmiah kenapa jasadnya utuh: Sungai Aare yang sedingin kulkas dan minim fauna, membuat jasadnya terjaga setengah membeku sehingga tetap utuh. lengkap walau berada di dasar sungai selama 14 hari," kata Ridwan Kamil.