Tak Mampu Atasi Mafia Tanah, Sofyan Djalil Layak Direshuffle

Sofyan Djalil/Net
Sofyan Djalil/Net

Pemerintahan Joko Widodo hingga kini belum mampu mengatasi persoalan mafia tanah di tanah air. Aksi para bajingan berkerah putih itu seolah sudah menjadi benang kusut yang sulit untuk diurai.


Hal itu disampaikan pangamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (25/11).

Diakui Jamiluddin, pemerintahan Jokowi sudah berupaya untuk meminimalkan hal itu dengan mempermudah pengurusan surat tanah. Bahkan pemerintah memberi gratis untuk biaya pengurusan surat tanah.

Sayangnya, ujar Jamiluddin, para mafia tanah masih bisa melakukan kejahatannya dengan memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat soal teknis pengurusan tanah dan biaya sebenarnya. Ia mendapat informasi, aksi kejahatan para mafia tanah itu sering melibatkan internal pegawai ATR/BPN.

Adanya kerjasama internal ATR/BPN dengan mafia tanah mengindikasikan tidak berhasilnya revolusi mental di lembaga negara tersebut. Hal ini seharusnya menjadi tanggung jawab Menteri ATR/BPN.

“Konsekuensinya harusnya Menteri Sofyan Djalil mundur dari jabatannya dengan memberi peluang kepada anak bangsa lainnya untuk membenahi mental internal ATR/BPN,” kata Jamiluddin.

Kalau tidak mundur, ujarnya, Jokowi disarankan untuk mereshuffle Sofyan Djalil. Harapannya agar ATR/BPN nantinya diisi menteri yang mumpuni dalam melakukan revolusi mental di internalnya dan berani memberantas mafia tanah.