Tempat Isolasi Penuh, Pemkot Bandung Nego Dua Hotel

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna/RMOLJabar
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna/RMOLJabar

Pemkot Bandung menyatakan bahwa fasilitas isolasi bagi pengidap Covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) telah penuh. Meski begitu, saat ini Pemkot tengah mengupayakan dua hotel tambahan untuk fasilitas tersebut.‎


Ketua Pelaksana Harian Penangan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan negosiasi dengan dua pihak hotel. Nantinya, hotel tersebut akan dijadikan fasilitas untuk isolasi pengidap Covid-19.

"Isolasi bagi OTG masih penuh, 100 persen, Alhamdulilah kita bisa menambah dua hotel kalau dijumlahkan 170 kamar, kita tinggal rampungkan adiminstrasinya, mudah-mudah bisa cepat selesai," kata Ema di Kota Bandung, Sabtu (19/2).

Ema menambahkan, selain ke dua hotel tersebut, pihaknya mendapat informasi terkait tempat lain yang berpotensi dijadikan fasilitas penanganan Covid-19. Saat ini pihaknya sedang melakukan penjajakan untuk memastikan sejauh mana tempat tersebut dapat digunakan sebagai fasilitas penanganan Covid-19.‎

"Sekarang sedang kita jajaki, yaitu sekolah perawat yang ada di Kiaracondong, konon jauh dari pemukiman, kita survei kita bicara dulu dengan masyarakat setempat," tambahnya.

Sementara untuk lebih mengefektifkan dan memaksimalkan penanganan Covid-19, pihaknya telah menekankan kepada aparat kecamatan agar membuat ruang-ruang Isolasi Mandiri (Isoman). Saat ini, telah ada 19 kecamatan yang telah menyiapkan fasilitas tersebut.

"‎kita tekankan tempat Isoman di wilayah kecamatan dan kelurahan adalah keniscayaan, saat ini baru ada di 19 kecamatan yang telah siap, tadi wali kota telah mendorong 11 kecamatan lain untuk segera membentuk tempat isoman," tuturnya. ‎