Tepis Anggapan Garut Wisata Kota Termahal, BPPD Siap Lakukan Inovasi

Citra Garut sebagai destinasi wisata favorit selalu diidentikkan dengan wisata dengan kota termahal oleh sejumlah wisatawan. Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Garut menyadari kesan mahal tersebut. Pasalnya, wisata dari masyarakat Garut dinilai masih minim.


 

Hal ini diungkapkan oleh Ketua BPPD Garut, Rahmat Hadi, pihaknya tengah berusaha mengubah kesan negatif tersebut. Pasalnya jika dibiarkan, maka akan berdampak kepada tingkat kunjungan wisatawan.

"Padahal banyak potensi wisata di Garut. Memang perlu ada perbaikan biar Garut bisa semakin nyaman dikunjungi wisatawan," ucap Rahmat, Jumat (7/2).

Garut memiliki banyak destinasi wisata dengan berbagai daya tarik. Namun keunggulan wisata itu, perlu dikemas lebih baik. Inovasi perlu dilakukan di setiap objek wisata.

"Jika masyarakat di sekitar objek wisata sudah sadar, pasti akan buat nyaman ke wisatawan. Hal ini jadi fokus dari kami," katanya.

Rahmat menambahkan, pihaknya tengah berupaya agar setiap objek wisata bisa memiliki ruang untuk pagelaran seni. Nantinya tempat kesenian itu bisa memberdayakan masyarakat sekitar.

"Budaya yang ada di Garut bisa dikenal wisatawan. Masyarakat perlahan juga bisa sadar dampak dari wisata. Terutama dampak dari ekonomi," ujarnya.

Salah satu destinasi wisata yang sedang membangun ruang untuk pagelaran seni dan kebudayaan yakni di Karacak Valey di Kecamatan Garut Kota. Saat ini, objek wisata itu masih didominasi pengunjung lokal.

"Kami ingin wisatawan luar juga bisa datang ke sana. Daya tariknya tak hanya dari suasana alam. Tapi ada pagelaran budaya dan seni yang bisa disaksikan," katanya.