Terciduk Nyabu, Anggota DPRD Purwakarta Dibebasin?

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Kasus salah seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Purwakarta yang kedapatan mengkonsumsi sabu bersama dua rekannya, menguap seperti asap amfetamin yang dikonsumsinya.


Hingga kini, belum jelas status ketiga orang yang terciduk di sebuah rumah di daerah Ciganea, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta itu, apakah sebagai saksi atau tersangka. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat, dalam hal ini, Polres Purwakarta.

Dari penulusuran awak media, diperoleh informasi para penikmat asap sabu itu diserahakan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karawang karena statusnya hanya penyalahgunaan narkoba. Tidak bisa ditahan. Sesuai fakta dan normatif yuridis?

Informasi berikutnya menyebutkan, YN, WW dan LA akan direhabilitasi medis atau rehabilitasi sosial, bisa rawat inap atau mungkin rawat jalan. Pulang, dengan konsekuensi membayar biaya "rehabilitasi" yang jumlahnya puluhan sampai ratusan juta. Wow.

Terkait hal diatas, Pengamat Kebijakan Publik pada Forum Masyarakat Purwakarta (Formata) Agus M Yasin mengatakan, keseriusan pemerintah dalam pemberantasan narkotika, di antaranya dengan menetapkan narkotika sebagai suatu tindak pidana luar biasa.

Menurutnya, tidak hanya sampai di situ saja, negara juga menetapkan pengaturan narkotika dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009.

"Meski permasalahan narkotika, selain dianggap dapat merusak masa depan bangsa, juga tidak dapat dipisahkan dengan permasalahan kesehatan. Namun, yang berkaitan dengan keterlibatan anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, hendaknya pihak kepolisian bisa melihat permasalahan ini dengan lebih cermat. Tidak serta merta bisa dilepas begitu saja," kata Agus Yasin, diujung selulernya, Selasa (2/8).

Menurutnya, wakil rakyat adalah figur contoh untuk masyarakat. Wakil rakyat itu harus punya integritas. "Dengan integritas, wakil rakyat menampakkan dirinya ke publik dengan berbagai tindakan yang tidak melanggar hukum. Apalagi menggunakan narkotika. Inikan ironis," ujarnya.

Agus juga mengatakan, oknum anggota dewan yang dinyatakan mengkonsumsi narkoba itu dapat memberikan contoh buruk kepada rakyatnya. "Sebagai wakil rakyat dan publik figur, yang bersangkutan tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Hal ini juga harus menjadi pertimbangan lain dari aparat penegak hukum di Purwakarta," ujar Agus Yasin seraya mengatakan, bahwa peran serta publik juga penting untuk ikut mengawasi permasalahan ini bersama-sama.