Terima 500 Ribu Euro, Wanita Ini Ngaku Disuruh Kardinal Vatikan Jalankan Misionaris

Kardinal Angelo Becciu/Net
Kardinal Angelo Becciu/Net

Pihak berwenang akhirnya menangkap Cecila Marogna dalam kasus skandal yang terjadi di Vatikan, Italia. Marogna merupakan wanita Italia berusia tahun yang memiliki hubungan dengan seorang kardinal Katolik Roma yang digulingkan pada Selasa (13/10).


Marogna pernah bekerja untuk Kardinal Angelo Becciu, mantan pejabat tinggi Vatikan yang dipecat bulan lalu oleh Paus Francis, yang menuduhnya melakukan penggelapan dan nepotisme. Sebuah tuduhan yang disebut sebagai kesalahan oleh Becciu.

Dikutip dari Reuters, seorang pejabat polisi keuangan Italia mengatakan, Marogna ditangkap di Milan. Laporan media Italia mengatakan dia ditangkap berdasarkan surat perintah internasional yang dikeluarkan oleh hakim Vatikan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (14/10).

Sumber senior Vatikan mengatakan, hakim Takhta Suci mencurigai Marogna melakukan penggelapan dan penyalahgunaan yang diperburuk dalam keterlibatan dengan orang lain.

Dalam beberapa hari terakhir, media Italia telah menjalankan wawancara di mana Marogna mengatakan dia telah menerima 500 ribu euro atau setara 587.350 dolar AS dari Becciu untuk menjalankan 'diplomasi paralel' untuk membantu misionaris di zona konflik. Dalam wawancara itu dia membantah telah melakukan kesalahan.

Pengacara Becciu, Fabio Viglione, mengatakan kardinal itu memang mengenal Marogna, tetapi urusannya dengannya hanya tentang masalah kelembagaan, tak lebih.

Seperti Becciu, Marogna berasal dari kota Sardinia, ia mengatakan dana yang diduga ia terima dari Becciu mengalir melalui perusahaan yang ia dirikan di Slovenia.

Tak hanya dengan Marogna, Becciu juga terjebak dalam skandal Vatikan seputar penggunaan uang Gereja untuk diinvestasikan dalam sebuah gedung mewah di London.

Selama masa jabatan Angelo Becciu -sebagai orang nomor dua di Sekretariat Negara Vatikan-, departemen itu diketahui membeli sebuah gedung mewah di London sebagai investasi.

Investigasi Vatikan atas kesepakatan itu, yang melibatkan beberapa perantara Italia, menyebabkan penangguhan terhadap lima karyawan Vatikan, pengunduran diri kepala polisi Vatikan dan kepergian mantan kepala Otoritas Informasi Keuangan Vatikan (AIF).

Dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Becciu membantah semua kesalahan dalam kesepakatan itu dan membela pembelian tersebut, dengan mengatakan bahwa nilai properti itu meningkat.