Tidak Ada Permainan Dan Revisi Dalam Perubahan Halaman Draf UU Cipta Kerja

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menjadi salah satu pihak yang mendapat sorotan publik atas disahkannya omnibus law UU Cipta Kerja. Sorotan makin tajam karena draf resmi UU tersebut terus mengalami perubahan halaman.


Ada beberapa versi jumlah halaman dari UU Ciptaker yang tersebar di media sosial. Mulai dari 905 halaman, kemudian menjadi 1.035 halaman, dan terakhir berubah menjadi 812 halaman.

Perubahan jumlah halaman tersebut memicu sejumlah pertanyaan publik. Bahkan perubahan tersebut dituding sebagai permainan antara parlemen dengan korporasi dan pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, anggota Baleg DPR, Sturman Panjaitan menjelaskan, perubahan angka halaman dalam UU Cipta Kerja bukan karena adanya revisi konten atau substansi dari undang-undang tersebut.

“Tidak ada yang direvisi kembali dari naskah UU tersebut menjadi 812 halaman. Itu hanya penyesuaikan kertas dari A4 menjadi Legal,” ujar Sturman, dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/10).

Selain substansi dari UU yang dianggap akan memberi dampak buruk bagi masyarakat, Baleg juga diduga melakukan permainan jahat dan berpihak pada korporasi dengan mengesahkan UU Cipta Kerja secara terburu-buru.

Anggota DPR fraksi PDI Perjuangan tersebut pun menegaskan kepada masyarakat, parlemen tidak main-main dalam membahas UU Ciptaker dan tidak ada yang disembunyikan.

“Enggak ada permainan apapun. Berdoa sebelum bekerja dan beri penjelasan yang jelas tanpa ada yang disembunyikan semoga semuanya lancar,” tandasnya.